BANDUNG BARAT, BANDUNGSATU.COM – Calon Bupati Bandung Barat Hengki Kurniawan menggelar diskusi publik untuk kaum gen-z yang digelar Café Finalis Batujajar Bandung Barat, Minggu sore (03/11). Acara yang bertakjuk ”Beri Ide KBB” bertujuan untuk menyerap ide dan gagasan kaum gen-z untuk kemajuan Bandung Barat.
Acara ini diikuti puluhan peserta dan dihadiri langsung ketua DPC PDI-P Ida Widaningsih dan Ketua Tim Pemenangan HADE, Iwan Ridwan . Hengki yang didampingi istri Sonya Fatmala memaparkan Visi Misi Paslon HADE di Pilkada yang akan digelar 27 November mendatang.
Hengki menyebut jika terpilih kembali menjadi Bupati Bandung Barat akan membangun Stadion bertaraf Internasional, agar anak-anak muda di Bandung Barat bisa menyalurkan hobinya.
Tak hanya itu, Hengki juga memiliki program unggulan. Salah satu nya, meningkatkan perekonomian masyarakat dan program pro rakyat lainnya.
”Di luar ekspektasi saya memang, mereka betul-betul memperhatikan bagaimana kebijakan pemerintah daerah, kemudian apa yang menjadi kekurangan pemerintah daerah, sehingga tadi sudah saya catat untuk perbaikan ke depan,” kata Hengki usai acara.
Hengki mengatakan para gen-z yang hadir umumnya menanyakan soal lapangan pekerjaan, kemudian bagaimana pemerintah daerah mewadahi gen z, yang kreatif. Hengki sendiri mengaku soal bagaimana gen-z diwadahi dan soal lapangan pekerjaan, juklaknya sudah ada sejak ia memimpin Bandung Barat. Hanya saja terbentur pademi Covid 19.
”Mengenai pendidikan mereka ingin kuota beasiswa ditambah, termasuk juga temen-temen yang mengambil jurusan kebijakan publik mereka memberi masukan untuk layanan kesehatan juga,” kata Hengki.
Hengki pun tertarik dan terkesan dengan usulan gen-z untuk membalut event yang melibatkan UMKM, sehingga bisa berpegaruh pada omset pelaku usaha kecil dan menengah itu melalui event yang diadakan di Bandung Barat.
”Tadi kami sampaikan untuk mengajak mereka mengadakan satu event tahunan yang menjadi identitas KBB, supaya kunjungan dari daerah-daerah lain itu bisa datang karena event itu diadakan secara rutin,’ jelas Hengki.
”Harapan mereka KBB ini menjadi tempat tinggal atau tempat tujuan untuk menghabiskan uang mereka di sini. Nah itu sebagian sudah kita lakukan pada waktu itu,” imbuh Hengki.
Hengki sendiri mengaku pihaknya sangat memperhatikan Pendidikan dan kesehatan terutama kualitas pendidikan dan kualitas pendidiknya. Pelatihan-pelatihan SDM pendidikan nantinya akan terus diadakan. Tidak hanya itu penguasaan teknologi bagi tenaga pendidik pun kan diperhatikan, termasuk fasilitasnya.
Sementara itu perserta yang hadir Nalsali Ginting, mahasiswa UI, mengaku puas dengan jawaban yang disampaikan oleh Hengki Kurniawan, meski ia cukup tajam menganalisa soal pendidikan dan kesehatan yang menurutnya kurang begitu baik beberapa tahun terakhir.
”Di bidang kesehatan dan pendidikan memang beberapa tahun terakhir masih terlihat adanya kurang pemerataan. Meski kami tahu bahwa pa Hengki hanya menjabat sebagai Bupati selama dua tahun. Pendapat saya sangat positif jika ia diberi kepercayaan dengan janjinya yang akan memperhatikan sektor yang kami kritisi tadi,” kata Nalsali.
Nalsali sendiri cukup senang menerima respon atas kritisinya terkait dengan usulan soal peningkatan kesejahteraan tenaga pendidikan dan kesehatan. Pun soal sarana dan prasarana pendidikan yang ada di Bandung Barat.
”Ya kalu kita lihat, dari gedungnya saja, seperti toiletnya, perpustakaannya, dan fasilitas lainya yang perlu terus dievaluasi,” jelas Nalsali.
”Bandung Barat sisi Barat dan Selatan kami lihat masih perlu dilengkapi sarana prasarananaya, biar tidak jomplang dengan ibukota Bandung Barat, Ngamprah,” imbuhnya.
Sementara itu Fiqih Hidayat, Komuniti Leader Beri Ide KBB mengatakan bahwa acara ini digelar sebagai wujud rasa cinta anak muda Bandung Barat untuk bisa memberi masukan pada calon pemimpinya agar membuat Bandung Barat lebih baik dari sebelumnya.
”kami anak muda memang ingin memberi ide untuk Bandung Barat khususnya untuk pemimpin yang sekarang berkontestasi di Pilkada,” kata Fiqih.
Fiqih juga mengatakan bahwa semua yang berkumpul tersebut adalah gen-z Bandung Barat, yang membawa kegelisahan-kegelisahan yang mereka rasakan seperti soal sarana olahraga dan juga kemacetan.
”Anak-anak sekarang suka olahraga, tapi larinya di Kota Baru Parahyangan. Kami ingin ada sarana olahraga. Selain itu soal kemacetan. Kami kuliah rata-rata di Bandung dan selalu terhambat oleh kemacetan lalu lintas. Kami juga menyoal ekonomi kreatif. Bandung Barat punya konten kreator anak-anak muda dengan followers ratusan ribu namun pemerintah belum menjadikan sasaran mereka untuk wisata dan ekonomi kreatif. Pun soal lapangan pekerjaan yang sekarang ternyata gen z di KBB jadi penyumbang pengangguran terbesar. Kami juga mendorong pemerintah untuk bisa mendapat beasiswa dengan memecahkan masalah ekonomi mereka dan meningkatkan akreditasi sekolah mereka agar bisa tersentuh program beasiswa,” pungkas Fiqih. (*)






