LEMBANG, BANDUNGSATU.COM – Jayagiri adalah sebuah Desa yang berada di Kecamatan Lembang kabupaten Bandung Barat. Di sisi paling Utara desa ini ada hutan pinus yang beberapa diantaranya di kelola oleh Lembaga Masayarat Desa Hutan (LMDH) dan juga perusahaan yang bergerak di bidang pariwisata.
Hutan jayagiri berada di wilayah Perhutani Wilayah Lembang. Dari hutan Jayagiri sampai ke Cikole dan kaki Gunung Tangkuban Parahu pohon pinus menjadi menu utama hutan lindung yang bersejarah ini.
Jika Anda masuk dari pintu utama kawasan Wana Wisata Jayagiri, Anda akan bertemu dengan taman yang asri yang ditata oleh PT Jayagiri Mandiri Putera, yang mengelola sekitar delapan hektar kawasan Perhutani melalui kerjasama resmi.
PT Jayagiri Amandiri Putera memiliki lahan yang bernama Nafas Jayagiri sebagai areal camping ground, sementara di sisi lainnya ada Jayagiri Outdoor Activities, lahan dimana kegiatan adventure dilaksanakan di sana, seperti paint ball, mini moto cross, ATV, dan kedepannya akan tersedia lahan untuk modern camping seperti caravan camping dan juga glamping.
Jayagiri sangat melegenda dengan sebuah lagu yang ditulis Iwan Abdulrahman, Melati dari Jayagiri. Lagu yang dbawakan oleh Bimbo ini membuat penasaran para pemuda pemudi penggemar hiking pada masa lagu itu terkenal, sehingga mereka berbondong-bondong ingin tahu keindahan alam Hutan Jayagiri.
Sampai tahun 90-an jayagiri menjadi tempat camping paling favorit di Bandung Utara. Namun, seiring perjalanan waktu, akhirnya meredup di awal dekade dua ribuan. Terlebih, tempat camping di sekitar Jayagiri banyak pula dikelola sehingga persaingan mnejadi lebih ketat.
PT Jayagiri Mandiri Putera, menangkap momen dimana trend menunjukan anak muda sekarang mulai tertarik lagi pada kegiatan outdoor. Dengan pengelolaan banyak ahli di bidangnya, Komisaris PT Jayagiri Mandiri Putera, Dede Kholid, S.Pd, M.Si, Berharap agar kejayaan Jayagiri bisa kembali seperti dulu.
“banyak view yang menarik di hutan Jayagiri. Dengan penataan yang baik, insya Allah akan banyak orang yang tertarik beriwisata di sini. Terutama wisata adventure,” kata Kholid.
Pria yang akrab disapa Pak Guru ini mengatakan, tempat wisata yang sedang ditatanya lebih mengedepankan konsep kabuhunan (kampung adat ala Sunda).
“Modernnya ada tapi kemasan utamanya adalah kabuhunan. Kenapa? Saat ini banyak wisatawan yang sudah banyak memilih hal-hal yang berunsur budaya tradisional, ketimbang yang megah,” imbuh Kholid.
Nafas Jayagiri Camping Ground rencananya akan dibuk secara resmi menjelang tahun baru mendatang, agar wiatawan yang tengah beribur di akhir tahun bisa terserap di Lembang.
Nafas jayagiri Camping Ground diuntungkan dengan view yang sangat indah saat sunset di areal Penembong, serta sunset dan sunrise di kawasan Munjul atai Jayagiri Outdoor Activities.
Dinginya yang bisa menembus 17 derajat celcius pada malam hari, membuat pengunjung bisa menghabiskan waktu untuk barbeque, atau api unggun ditemani kopi atau teh. (*).






