BANDUNG BARAT, BANDUNGSATU.COM,- Calon Bupati Bandung Barat nomor urut 4 Edi Rusyandi bertekad menjalankan pemerataan pembangunan di Bandung Barat dengan konsep membangun dari pinggiran.
Dirinya akan memprioritaskan ketersediaan infrastruktur pendidikan, kesehatan, dan layanan dasar masyarakat di wilayah pelosok Bandung Barat.
Edi menilai, pembangunan di Bandung Barat masih terjadi ketimpangan baik dari sisi lokasi atau pun kelompok penerima. Dengan konsep membangun dari pinggiran, dirinya akan mengutamakan daerah pedesaan yang belum tersentuh pembangunan serta memprioritaskan kelompok marjinal yakni kaum miskin, petani, petani, pedagang kecil, dan kaum disabilitas.
“Saya punya tekad membangun Bandung Barat dari pinggiran. Artinya dari lokasi fokus ke pelosok dan pedesaan yang belum tersentuh. Terus secara filosofis membangun dari pinggiran berarti memprioritaskan kelompok marjinal,” kata Edi Rusyandi saat dikonfirmasi, Selasa 22 Oktober 2024.
Calon Bupati yang diusung Partai Golkar, PKB, PPP, PBB, PSI, PKN, Garuda, Hanura, dan Partai Ummat itu menilai kondisi di pelosok Bandung Barat jauh dari akses kesehatan, pendidikan, dan layanan dasar lainnya. Warga mesti mengeluarkan biaya dan tenaga sangat besar untuk mendapatkan layanan tersebut. Oleh karena itu, kehadiran pemerintah diperlukan agar layanan dasar bisa mudah dijangkau.
“Beberapa pelosok Bandung Barat seperti Gununghalu, Rongga, Cipatat, Cipeundeuy, dan wilayah lain jauh dari layanan dasar seperti akses ke pendidikan, kesehatan, hingga pelayanan pemerintah. Makanya pembangunan kita harus fokus menghadirkan kemudahan itu,” tambahnya.
Di wilayah pinggiran itu, Edi bertekad membangun layanan kesehatan, sekolah, hingga Infrastruktur jalan. Untur pemberdayaan, dirinya akan mendorong pengembangan potensi destinasi wisata masing-masing daerah serta melakukan pembinaan usaha kecil agar naik kelas. Dari sektor Sumber Daya Manusia (SDM), pembangunan akan memprioritaskan kelompok miskin dan papa.
“Selain itu kita perlu membangun pengembangan destinasi wisata sesuai potensi masing-masing daerah agar tak tersentralisasi di wilayah tersebut. Artinya prinsip membangun dari pinggiran bisa mewujudkan pemerataan,” tandasnya.






