Triana Kusman, Dilantik Sebagai Anggota DPRD Ingin Majukan UMKM

Foto/Istimewa
Foto/Istimewa

BANDUNGSATU.COM – Sebanyak 50 anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat hasil Pemilu Serentak 2024 diambil sumpahnya hari ini, Senin (26/08), di Hotel Novena, Lembang, Bandung Barat.

50 anggota DPRD Bandung Barat itu, berasal dari 8 partai meliputi, PKS, Gerindra, Golkar, PKB, PDI-P, Demokrat, PAN, dan Nasdem.

Dari jumlah tersebut, 23 diantaranya adalah wajah baru anggota DPRD Bandung Barat periode 2024-2029.

Salah satu Anggota DPRD KBB yang baru saja di lantik adalah Triana Kusman, asal darah pemilihan V meliputi Sindengkerta, Cipongkor, Gununghalu dan Rongga.

Triana memiliki sejumlah program unggulan, diantaranya ingin mengangkat prodak lokal melalui UMKM.

Ia berupaya memajukan UMKM karena tercatat sebagai pembina UMKM desa dengan prodak unggulannya “Kopi Triana Kusman,” yang merupakan kopi khas Gununghalu dan Rongga yang namanya sudah menasional.

“Saya ingin mengangkat ekonomi masyarakat melalui UMKM agar tercipta pemerdayaan ekonomi secara berlanjut dengan prodak unggulan Kopi Bandung Barat sebagai bentuk kearifan lokal,” kata politis asal PDIP ini.

Triana ingin memberi nilai tambah pada kopi, yaitu menjadi produk unggulan KBB, sehingga Kopi bisa memberi nilai tambah ekonomi pada para petani dan pengrajin kopi.

Tak tanggung-tanggung Triana coba kenalkan kopi dengan cara membeli kopi unggulan dari Sindangkerta, Gununghalu dan Rongga, ia campur dengan gula aren terbaik dan dibungkus demgan identitas dirinya untuk dinikmati masyarakat KBB secara gratis.

Pria yang pada Pemilu Serentak berada di urutan 9, Dapil 5 ini, mengaku pengemasan kopi tersebut tidak semata mata sebagai bentuk kampanye, melainkan sebagai bentuk keseriusannya dalam pengelolaan kopi agar memiliki daya saing dan harga yang kompetitif, karena kualitas kopi asal KBB yang sangat baik.

“Yang saya lakukan ini, bukan semata-mata buat ajang kampanye saja, tetapi lebih dari itu , untuk mengangkat ekonomi masyarakat melalui wadah UMKM agar tercipta pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan di tingkat UMKM , dengan memajukan produk unggulan, Kopi di Bandung Barat, sebagai kearifan lokal, yang nantinya akan tercapai kesejahteraan dan kemandirian masyarakat pada umumnya,” jelas Triana.

Ia juga mengatakan pengelolaan yang profesional nantinya akan diserahkan pada UMKM. Ia meyakini bahwa UMKM bisa jadi tulang punggung pendapatan daerah. Di samping itu, ikut pula mendorong perekonomian masyarakat menjadi lebih baik.

“UMKM dengan berbasis kewirausahaan adalah tulang punggung ekonomi rakyat dan produk-produk khas lokal seperti kopi asli ini, seringkali menyimpan kisah budaya, dari mulai tata cara menanam dan keterampilan mengolahnya yang unik. Itu semua memiliki potensi besar untuk meningkatkan nilai jual, sehingga menciptakan dampak ekonomi dan sosial yang positif. Namun, untuk mencapai skala global, agar dapat diketahui oleh publik yang lebih luas, diperlukan platform yang lebih luas pula dan di sisi itulah saya masuk. Ini lah di mana pemasaran melalui memperkenalkan produk. Itu lah yang saya lakukan,” beber Triana.

Triana mengaku UMKM perannya sangat fital dalam melestarikan produk berbasis kearifan lokal karena bisa menjadi perekat bangsa.

“Salah satu upaya dalam membuka pintu bagi produk lokal untuk menembus pasar yang lebih luas adalah dengan menggunakan strategi yang tepat, disamping mengena pada selera konsumen dan selalu tersedia ketika konsumen mencarinya, juga adanya motor penggerak agar roda usaha di UMKM terus berjalan , seperti
yang saya lakukan sekarang ini,” imbuh Triana.

Seperti diketahui, kopi asli dari beberapa daerah di Bandung Barat ini sudah dikenal luas, bahkan beberapa kali mendapat penghargaan di luar negeri. Triana ingin lebih mengembangkan lagi.potensi Kopi hingga memiliki nilai ekonomi yang membawa kemanfaatan bagi para UMKM.

Untuk itu ia kan berupaya menularkan sistem.marketing dan tata kelola UMKM nya sehingga bisa menumbuhkan pergerakan ekonomi yang positif. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *