BANDUNG BARAT, BANDUNGSATU.COM – Wakil presiden RI terpilih Gibran Rakabuming didampingi Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan meninjau ke KPSBU Lembang dan rangka pemenuhan susu yang nanti akan disajikan dalam program makan siang gratis.
KPSBU Lembang disebut Mendag, Zulkifli Hasan sebagai UMKM yang perlu didukung perkembangannya. Ia mengatakan program makan siang gratis kelak, akan lebih melibatkan UMKM untuk pelaksanaanya agar mereka bisa lebih berkembang.
”Institusi menegah kecil itu menjadi pondasi untuk Indonesia, oleh karenanya pak Prabowo akan memberikan perhatian yang lebih lagi,” tegas pria yang akrab disapa Zulhas ini, Kamis (22/08).
Zulhas mengatakan perhatian khusus itu diberikan karena 60% persen pekerja dan 60% PDB Indonesia ada di sektor tersebut. Zulhas pun memuji bahwa KPSBU Lembang bisa diandalkan untuk mendukung makan siang gratis.
”Ini sangat layak, karena Koperasi ternyata tidak kalah dengan perusahaan perusahaan besar,” tegas Zulhas.
Di tempat yang sama Gibrang Rakabuming Raka mengatakan pelibatan UMKM diperlukan akan kita tidak bergantung pada impor.
”Ini bagus dikembangkan, produknya baik karena efek pakannya yang juga baik. Kita libatkan mereka agar kita tidak bergantung pada Impor.
Sementara itu Ketua KPSBU Lembang, Haji Dedi Setiadi, mengatakan bahwa perusahaanya sudah dikelola dengan profesional dengan beragam layanan. Bahkan koperasinya sudah bisa menghasilkan 115 ton per hari.
”Indoenesia itu masih kekurangan susu untuk program itu, tapi para petani didukung kementerian dan pelibatan koperasi bisa mendukung program itu,” jelas Dedi.
”Ini kata pak Zulhas adalah ekonomi berjamah kerakyatan yang bisa membangun ekonomi kuat,” imbuh Haji Dedi.
Dedi juga mengatakan, meski belum cukup untuk memenuhi untuk program makan bergizi gratis, menurut setidaknya dengan 115 ton per hari bisa memback up kebutuhan untuk program makan bergizi gratis.
Dedin juga mengatakan perusahaan-perusahaan yang dipasok bahan baku susunya oleh KPSBU Lembang, siap pula mendukung program peningkatan gizi untuk anak sekolah tersebut. (*)






