Pasangan Didik Gilang, Ingin Bangun KBB dari Titik Nol

Pasangan Calon Bupati Bandung Barat, Didik Agus T dan Calon Wakil Bupati, Gilang Dirga ketika mengadakan Konferensi Perss dengan awak media di Sekretariat Pasangan Didik Agus Triwiyono - Gilang Dirga di Jalan Raya Gadobangkong Desa Gadobangkong, Kecamatan Ngamprah. Sabtu (17/08). Foto/Istimewa

BANDUNG BARAT, BANDUNGSATU.COM – Kantor Sekretariat Pasangan Didik Agus Triwiyono – Gilang Dirga hari ini diresmikan. Dengan peresmian tersebut diharapkan isa lebih memantapkan konsolidasi untuk meraih kemenangan pada Pilkada mendatang.

Di tempat tersebut juga visi misi akan dirumuskan dengan landasan kebaikan.

“ Top of mind nya adalah kebaikan. Karena saat ini di masyarakat top of mindnya korupsi, KPK dan OTT. Ini yang akan kita potong. Bandung Barat Pusat Bunga Nusantara. Bandung Barat adalah lumbung sayur yang berkualitas, kata Didik Sabtu (17/08)

Ia juga mengatakan bahwa pasangan Didik Gilang akan berbakti untuk mengabdikan diri di Bandung Barat.

” Kami “seuja ngabakti heunte ngabati.” Komitmen pribadi saya jika diberikan mandat oleh warga Bandung Barat. Bukan hanya tidak mengambil yang bukan hak saya. Selama kebutuhan rumah terpenuhi Insya Allah hak saya sebagai bupati akan saya berikan kepada masyarakat,” jelas Didik.

Didik juga berkomitmen bahwa di bawah kepemimpinannya, ia akan melibatkan berbagai elemen masyarakat untuk membangun KBB menjadi lebih baik.

”Saya menangkap apa yang disampaikan masyarakat, tokoh, sesepuh, merasa tidak dilibatkan. Misal cita-cita pembentukan KBB semakin kesini tidak sesuai atau belum sesuai,” imbuhnya.
”Kita harapkan ke depan, itu bukan hanya eksekutif dan legislatif saja tapi pentahelix. Bukan asik sendiri. Dialektika buka di tingkat eksekutif dan legislatif,” tegas Didik.

Sementara itu Gilang Dirga mengatakan bahwa ia memilih Didik karena memiliki pengelaman sebagai anggota dewan di KBB. Selain itu Didik juga berlatar belakang kaum intelektual.

”Betul bahwa memang sekian banyak obrolan ke saya, kenapa memilih Didik karena sudah terbukti kinerjanya menjadi anggota dewan di KBB, jabatan mentereng di partai, dan praktisi pendidikan. Saya rasa sangat banyak kecocokan, justru masalah hati,” jelas Gilang.

Gilang juga tertarik untuk terjun di Pilkada KBB karena melihat potensi alam dan pertaniannya sangat menjanjikan untuk bisa dijadikan unggulan di Bandung Barat

” Saya tahu KBB potensial, alam luar biasa, punya potensi holtikultura yang tidak kalah bagus dengan daerah lain. Tapi selama ini, seperti yang disampaikan, KBB terkenal dengan korupsinya. Itu yang mau kita benahi. Bagaimana caranya? Maka dari itu saya sudah turun ke lapangan. Mendengar keluhan masyarakat, melakukan kajian, dengan rumus pentahelix,” kata Gilang.

Gilang juga menargetkan kemenangan. Menurutnya untuk menang, ia berupaya untuk menyentuh masyarakat tiap hari.

”Kalau kami pribadi, fokus pada kami sendiri. Dan tentunya kami berjuang menyentuh masyarakat setiap hari,” tukas Gilang.

Ditanya soal maraknya kelompok yang menentang kepala daerah dari artis, ia mengatakan bahwa sebagai artis yang terjun ke politik, tentu ia harus cerdas dan memiliki intelektualitas yang baik.

” Banyak yang salah menyangka, debat terbuka itu untuk mendiskreditkan salah satu calon. Bukan begitu. Saya justru ingin mengedukasi masyarakat, artis yang maju ada isinya,” ungkap Gilang.

”Makanya saya ajak jeje, yu kita kasih tahu ke orang bahwa kita juga punya kompetensi untuk jadi kepala daerah. Bukan maksud saya mengecilkan paslon lain,” imbuh Gilang.

Ia juga merasa prihatin dengan dikenalnya Bandung Barat atas korupsinya. Untuk itu ia berjanji akan melakukan pembenahan dari awal.

”Sejauh ini Bandung Barat itu terkenal dengan korupsinya. nah itu yang ingin kita benahi dari awal. Bagaimana caranya . Maka sejak kemarin saya turun ke lapangan. Dan kami melakukan kajian-kajian untuk bisa bersinergi dengan masyarakat menggunakan rumus pentahelix yang tadi sudah disampaikan. Mudah-mudahan niat baik kami ini allah memberikan kesempatan agar kami dilantik,” jelas Gilang.

Didik menambahkan pula, ia tertarik untuk mengajak Gilang menjadi pendampingnya di Pilkada karena ia memiliki komitmen yang baik untuk membangun KBB.

”Kang Gilang ini komitmen di perjuangan di KBB dan pekerjaan sebelumnya. Pernah kejadian pagi kita jalan ke lapangan lalu siangnya ke Jakarta karena ada kontrak tapi sore nya sudah balik lagi kemudian pagi ke lapangan, dan siangnya ke Jakarta lagi itu dua hari,” jelas Didik. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *