CIMAHI, BANDUNGSATU.COM – Zakilah Indri Winata ditemukan sudah tidak bernyawa dalam kondisi membusuk. Jenazah diketahui dibungkus sejumlah kain, di kamar messnya Jalan Gang Karya Muda, Kampung Pojok Utara, RT 02 RW 04, Kelurahan Setiamanah, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, saat ditemukan Selasa malam (13/08).
Jenazah perempuan berusia 21 tahun itu dikabarkan dibunuh suaminya Sahir (24) pada Selasa 6 Agustus 2024. Selama sepekan, mayat Zakilah disimpan di dalam kamar dengan posisi terbungkus 6 lapis bagian mulai dari sarung, seprai, selimut, mukena, plastik dan tas bag.
Kapolres Cimahi, AKBP Tri Suhartanto mengatakan, pelaku membungkus korban untuk menghilangkan bau bangkai. Bahkan di tiap lapis penutup mayat, ditaburi bubuk kopi dan pewangi pakaian.
“Kalau kita lihat ini posisinya sudah siap paket ya, sudah dibungkus, sudah diikat, kemudian sudah dikasih pewangi, sudah dikasih kopi supaya tidak bau ya. Tapi yang namanya kejahatan tidak ada kejahatan yang sempurna pasti meninggalkan jejak,” kata Tri saat gelar perkara di Mapolres Cimahi, Rabu (14/08).
Selain menutupi bau bangkai, kata Tri, tindakan tersebut sengaja dilakukan pelaku untuk mencari celah agar bisa membawa keluar dari mess dan membuang mayat istrinya ke suatu tempat.
“Mungkin kalau kita melihat mungkin pelaku ini mencari celah ya untuk bisa ada waktu, ada waktu yang tepat untuk bisa mengambil jenazah ini yang sudah dibungkus ini keluar dan untuk dibuang ke suatu tempat mungkin,” imbuhnya.
Zakilah ditemukan terbujur kaku di atas kasur dengan posisi ditutupi selimut, pada Selasa malam. Ia berada di dalam kamar rumah mess kerja suaminya bernama Sahir, dengan posisi pintu terkunci dari luar. Kasus ini terbongkar setelah saksi bernama Jadino (31), mengeluhkan bau busuk di mess yang bersumber dari kamar Sahir.
“Mayat korban diketahui berada di dalam kamar karena saksi yang tinggal di mess mengeluhkan bau busuk. Akhirnya pada saat dicek ke dalam kamarnya memang ditemukan lah mayat tersebut,” kata Tri.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku membunuh istrinya karena sakit dan cemburu. Dirinya mendapati istri saling bertukar pesan mesra dengan laki-laki lain. Hal itu memicu cek-cok mulut dan pertengkaran yang menyebabkan korban meninggal dunia.
“Pelaku mengakui melakukan tindakan keji ini karena adanya ketersinggungan dan merasa cemburu dari pelaku terhadap korban yang merupakan istrinya,” ungkap Tri. (*)






