Peringati HUT RI Warga Sindang Palay, Rongga, Bentangkan Bendera ‘Raksasa’

Foto/Istimewa

BANDUNG BARAT, BANDUNGSATU.COM – Memasuki bulan Agustus, warga Kabupaten Bandung Barat mulai menyemarakan dengan menyematkan ornamen-ornamen yang menggambarkan peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia. Dari mulai pemasangan bendera, mengecat tembok di area publik, pemasangan gapura, umbul-umbul dan semua ornamen Agustusan nampak memeriahkan sudut-sudut kampung di wilayah KBB.

Meriahnya warga mendekorasi kampungnya juga dilakukan oleh penduduk Kampung Sindang Palay, RW 12 Desa Bojong, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Agak berbeda dengan kampung lain, semarak Agustusan di wilayah tersebut disambut dengan cara memasang bendera merah putih raksasa sepanjang 400 meter.

Bendera dengan lebar 4 meter ini dipasang tepat di atas Jalan Raya Rongga, sehingga pengendara dan pejalan kaki terpayungi. Setiap lima meter dari bendera itu, ditopang oleh kayu-kayu yang memeperkokoh posisi bendera.

Tidak hanya bendera merah putih raksasa, jalan tersebut juga dihiasi berbagai ornamen Agustusan. Mulai dari umbul-umbul, hiasan plastik warna, dan bendera ukuran kecil 60 centimeter dengan jumlah 150 buah.

“Jadi panjang bendera raksasa hanya 400 meter. Sisanya kita hias pakai bendera kecil-kecil sepanjang Jalan Raya Rongga. Tadinya mau pecahkan rekor sepanjang 1 kilometer, tapi anggaran terbatas,” ujar Kepala Desa Bojong, Kecamatan Rongga, Apad Sutisna, Senin (12/08).

Apad mengatakankan, pemasangan bendera merah putih tersebut dalam rangka menyambut dan memeriahkan HUT ke-79 RI, dan juga bentuk rasa syukur warga desa serta bentuk penghargaan kepada para pejuang yang telah memerdekakan Indonesia dari penjajah.

“Jadi ini hasil inisiatif warga sendiri. Mereka yang dekor, pasang, dan jahit sendiri. Bahkan dana juga mereka kumpulkan secara mandiri,” imbuh Apad.

Apad mengatakan melalui pembentangan bendera berukuran raksasa tersebut, diharapkan masyarakat semakin menumbuhkan rasa cinta tanah air dan menjaga soliditas serta semangat gotong royong.

“Kami ingin menjaga tradisi gotong royong dan semangat kebersamaan dari masyarakat. Makanya kita juga gelar berbagai lomba-lomba untuk selebrasi kemerdekaan sekaligus merawat kebersamaan,” jelas Apad. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *