Bacalon Bupati di KBB Berjatuhan, Diduga Jadi Korban PHP Parpol

Ketua Wajit, Haris Bunyamin. Foto/Istimewa
Ketua Wajit, Haris Bunyamin. Foto/Istimewa

BANDUNGSATU.COM – Partai sebagai pencetak kader-kader pemimpin diharapkan melahirkan pemimpin yang memiliki integritas sehingga masyarakat menaruh kepercayaan besar terhadap partai tersebut. Hal itu dikatakan Ketua Wahana Jaringan Informasi Terpadu, (Wajit) Haris Bunyamin, Kamis (08/08).

“Partai itu harus memiliki peran partisipatif, lalu peran keterbukaan. Ke tiga peran akuntabel. Pertanggunjawaban. Dari kesemua ini, dengan sekarang ini ada beberapa partai yang membuka pendaftaran calon kepala daerah, nah harusnya kalau partai melakukan klarifikasi pada calon yang mendaftar, diterima karena kriterianya apa dan tidak diterima karena apa,” jelas Bunyamin.

Bunyamin mengatakan hal tersebut, setelah melihat bahwa Pembukaan pendaftaran calon kepala daerah di Bandung Barat, sangat tidak jelas karena partai ternyata lebih banyak melakukan dropping, ketimbang menyeleksi para bakal calon yang sudah mendaftar melalui mekanisme yang resmi dari masing-masing partai.

“Mereka sudah mengeluarkan biaya-biaya, sudah ketemu para petinggi partai, namun kan tidak ada pertanggungjawaban dari partai soal kejelasan mereka diterima atau tidak,” tegas Bunyamin.

Bunyamin meminta utamanya Dewan Pimpinan Pusat (DPP) masing-masing partai menjawab soal ini, karena yang terjadi saat ini pendaftaran bakal calon kepala daerah yang dibuka resmi tersebut justru tidak Memiliki kejelasan.

“Tidak hanya itu soal survey pun kan ada partai yang tidak jelas. Mereka meminta urunan untuk survey elektabilitas para kandidat, setelah meminta urunan, namun surveynya tidak dilaksanakan,” kata Bunyamin tanpa menyebut nama partai tersebut.
Bunyamin juga mengatakan jika memang sejak awal sudah ada kader yang diusung untuk dropping sebagai calon kepala daerah, sebaiknya partai tidak membuka pendaftaran, sehingga tidak ada kesan memberikan harapan palsu. Bunyamin mengatakan, ini justru akan memberi preseden buruk masyarakat pada partai.

“Sampai hari ini kan para calon tidak pernah menerima jawaban. Mereka tidak menerima alasan kenapa tidak diterima. Contohnya Golkar dan PKS tidak membuka pendaftaran bakal calon. Mereka menjalankan mekanisme partai,” jelas Bunyamin.

Bunyamin juga mengatakan bahwa pihaknya sudah berdiskusi dengan para kandidat yang tidak mendapat jawaban dari partai tersebut. Bunyamin mengatakan sebenarnya mereka bukan kecewa karena tidak jadi direkomendasi, namun mereka lebih mengungkapkan bahwa Bandung Barat ke depan harus bisa memilih Pemimpin yang mengenal daerahnya. Buka mereka yang tiba-tiba diusung oleh partai, sedangkan pengetahuan pemecahan masalah di KBB, mereka tidak tahu.

“Ya bukan kecewa karena tidak jadi direkomendasi, tapi mereka berharap pemimpin yang akan mengelola Bandung Barat bukan yang ujug-ujug didropping partai. Mereka jangan sampai tidak tahu daerah-daerah di KBB Berikut permasalahannya,” ungkap Bunyamin. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *