BANDUNG BARAT, BANDUNGSATU.COM – Musim kemarau yang diprediksi akan berlangsung hingga September 2024, memiliki potensi akan mengakibatkan kekeringan pada ribuan sawah tadah hujan di Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Menurut Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) ribuan hektar sawah tersebut tersebar di hampir seluruh wilayah Bandung Barat.
DKPP juga mencatat bahwa daerah paling rawan yang terancam kekeringan berada di 49 desa dari 6 kecamatan yang meliputi Sindangkerta, Saguling, Cipongkor, Cipatat, Cihampelas dan Batujajar.
“Memang kita sudah petakan wilayah rawan kekeringan. Terutama sawah tadah hujan. Jadi sebenarnya hampir di seluruh kecamatan ada ancaman kekeringan, tapi yang paling besar ada di 6 kecamatan,” kata Kepala DKPP Bandung Barat Lukmanul Hakim, Selasa (30/07).
Lukman mengatakan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022, total sawah tadah hujan di Bandung Barat sebanyak 9.781 hektar. Namun berdasarkan hasil verifikasi lapangan DKPP, angkanya hanya 5.508 hektar.
“Jadi jumlah 5.508 hektar ini yang paling berpotensi kekeringan sehingga para petani tak bisa lagi bercocok tanam,” imbuh Lukman.
“Kita lakukan pemetaan dan verifikasi lapangan terhadap angka yang dikeluarkan BPS. Ternyata jumlahnya tak sebanyak itu, kita mencatat sawah tada hujan cuma sekitar 5 ribua hektar. Nah angka ini yang kita masukkan sebagai lahan pertanian rawan kekeringan,” kata Lukman.
Mengantisipasi Kerugian yang disebabkan kekeringan tersebut,DKPP telah menginstruksikan para penyuluh lapangan agar mendorong petani padi mempercepat waktu tanam dan memaksimalkan capaian target luas tanam dari bulan April – September 2024. Jika tak bisa, para petani diimbau membudidayakan varietas benih tanaman tahan kekeringan dan hemat air seperti palawija.
Lukaman juga mengatakan, selain itu, upaya mitigasi akan dipersiapkan dengan cara mengoptimalkan pompanisasi dan pemanfaatan jaringan irigasi air tanah.
“Kita sudah siapkan antisipasi pompanisasi. Saat ini di seluruh Bandung Barat suda ada terpasang 64 unit pompa dan jaringan irigasi air tanah sebanyak 24 unit. Selain itu kita juga sedang ada pengajuan 24 unit baru mesin pompa,” pungkas Lukman. (*)






