BANDUNGSATU.COM – Lembaga Studi Masyarakat Bandung Barat, menilai fenomena artis direkomendasikan maju sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati pada Pilkada Kabupaten Bandung Barat (KBB) oleh partai politik, sebagai bentuk kegagalan parpol dalam melakukan kaderisasi.
Menurut Humas Lembaga Studi Masyarakat Bandung Barat, Mentari Kala Senja, parpol mengambil jalan pintas tersebut hanya untuk meraup suara pada Pilkada serentak 2024.
Pada proses pencalonan Bupati Bandung Barat yang tengah berlangsung saat ini, terdapat dua nama artis yang diusung oleh parpol, Gilang Dirga dari Partai Demokrat, dan Jeje Ritchie Ismail dari PAN. Keduanya sama-sama tercatat pernah mencalonkan diri sebagai anggota legislatif DPR.
Mentari menilai, parpol telah gagal dalam melakukan kaderisasi. Hal ini tentu berdampak negatif terhadap demokrasi di Indonesia.
“Ini merupakan bentuk kegagalan partai politik dalam menjalankan fungsinya sebagai pencetak kader-kader terbaik di partai itu sendiri,” kata Mentari, Jumat (26/7).
Mentari mengatakan, partai politik terkesan takut mengedepankan kader terbaiknya dalam pesta demokrasi. Mereka lebih mengusung tokoh dari publik figur hanya untuk meraih kemenangan dalam kontestasi Pilkada.
Mentari pun mengatakan bahwa fungsi parpol dalam melakukan rekrutmen hingga kaderisasi selama ini tidak berjalan baik, sehingga akhirnya banyak parpol yang cenderung pragmatis dalam mengusung calon.
“Tokoh publik figur memang pebih mudah mendapatkan suara, tetapi dalam hal ini partai gagal jalankan fungsinya yaitu berupa rekrutmen dan kaderisasi kepemimpinan, sehingga terjebak dalam dilema popularitas,” tandasnya.
Masyarakat, terutama dari kalangan muda, ikut pula menyoroti hadirnya sejumlah pesohor dalam Pilkada KBB ini.
Budi Priatna (19) warga Kecamatan Padalarang, mengaku kaget saat nama artis Gilang Dirga dan Jeje Ritchie Ismail mencalonkan diri sebagai kepala daerah di Bandung Barat.
“Gak tau bingung harus milih siapa, cuma kaget aja kok banyak artis yang pengen jadi bupati di sini (KBB),” ujarnya.
Meski begitu, Budi tidak ingin mempersulit diri untuk memilih diantara kedua nama artis itu. Bagi dirinya terpenting para calon yang hendak maju sebagai kepala daerah memiliki kualitas kepemimpinan.
“Yang penting bisa memahami persoalan dan mendengar keluhan masyarakat. Terutama mereka yang bisa membuka peluang lapangan kerja bagi anak-anak muda,” harapnya.(*)






