BANDUNG BARAT, BANDUNGSATU.COM – Berbagai petani lintas generasi berkumpul dan berbagi ilmu dalam Kontes Ternak dan Ekspo Pangan 2024 di The Landen Lembang, Kecamatan Lembang, 24-25 Juli 2024.
Acara ini digelar Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bandung Barat (KBB) untuk menarik minat anak muda terhadap pertanian dan peternakan.
Sedikitnya ada tiga jenis hewan ternak genetik Jawa Barat ditampilkan dalam Kontes Ternak dan Ekspo Pangan 2024. Diantaranya Sapi Pasundan, Domba Garut, dan Ayam Sentul.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Jawa Barat Moh Arifin Soedjayana, yang hadie dalam acara tersebut mengatakan, Jabar memiliki ternak asli yang disebut sebagai sumber daya genetik Jabar. Bahkan dalam kegiatan tersebut, tiga jenis hewan ini dikompetisikan.
“Kami juga ingin mengingatkan kembali bahwa Jabar punya sumber daya genetik yang unggul,” kata Arifin.
Selain hewan genetik Jabar, ekspo juga memamerkan beberapa jenis pangan lokal Jabar pengganti nasi sebagai sumber karbohidrat. Seperti sorgum, umbi-umbian dan banyak jenis lainnya.
“Seperti singkong, jagung, ubi, sukun dan lain-lain. Itu berpotensi terus dikembangkan dan bisa sebagai bahan karbohidrat pengganti nasi. Tentu dengan berbagai jenis olahannya,” tandasnya.
Dalam acara ini pun, digelar pameran produk pangan dan peternakan, gerakan selamatkan pangan, demo gastronomi, pameran reptil hingga pembagian 10.000 susu secara gratis kepada anak sekolah.
Pada saat membuka acara Kontes Ternak dan Ekspo Pengan 2024, Pj Bupati Bandung Barat, Ade Zakir, mengungkapkan, seiring moderenisasi keterlibatan anak muda terhadap sektor peternakan dan pertanian cukup minim. Tak terkecuali anak-anak petani itu sendiri.
“Kita membutuhkan regenerasi untuk petani dan peternak. Karena sekarang anak petani dan peternak jarang yang mau meneruskan usaha orang tuanya,” kata Ade Zakir.
Mengingat generasi muda khususnya di KBB yang menekuni sektor pertanian dan peternakan cukup rendah, kata Ade, salah satu upaya untuk meningkatkan minat anak-anak muda dalam bidang pertanian, adalah dengan penggunaan teknologi modern..
Engganya anak muda menekuni duania pertanian menurut, Ade, karena kurangnya motivasi di kalangan anak-anak petani dan peternak untuk melanjutkan usaha orang tua mereka. Namun, pemerintah Kabupaten Bandung Barat optimis bahwa pendekatan berbasis teknologi dapat menjadi solusi efektif.
“Kita sedang mengembangkan program Petani Zilenial yang memanfaatkan teknologi untuk membuat pertanian lebih praktis dan efisien,” jelas Ade Zakir.
Program Petani Zilenial akan mengintegrasikan teknologi canggih, termasuk penggunaan sistem teknologi informasi (IT) dan robotika dalam pengelolaan pertanian.
Untuk suksesnya perogam ini, sebanyak 30 Green House (GH) akan dilengkapi dengan sistem IT yang memungkinkan pengawasan dan manajemen tanaman secara otomatis, tanpa perlu kehadiran fisik di lokasi.
Lebih jauh Ade mengatakan, dengan penggunaan teknologi robotik maka proses pertanian menjadi lebih efisien, menghemat waktu, dan meningkatkan produktivitas. Selain itu penggunaan teknologi juga bisa menurunkan ongkos produksi para petani.
“Kemajuan teknologi ini kan cukup meringankan pekerjaan petani dan tentunya efisiensi, baik dari waktu dan modalnya. Misalnya, dengan teknologi ini, kita dapat menghemat produksi hingga Rp150 per batang tomat,” kata Ade.
Pengaplikasian teknologi modern dalam dunia pertanian juga diharapkan menjadi daya tarik tersendiri bagi generasi muda, yang lebih tertarik pada pendekatan yang modern dan praktis.
Ade yakin, penerapan teknologi dalam pertanian akan membuka mata generasi muda terhadap potensi dan keuntungan di sektor ini.
“Kami berharap, dengan adanya inovasi teknologi ini, lebih banyak anak muda yang tertarik untuk menjadi petani dan peternak, sekaligus membantu menjaga ketahanan pangan dan ketersediaan protein hewani di daerah ini,” ujarnya.
Ade juga meangatakan, upaya ini tidak hanya menarik minat anak muda, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak di Kabupaten Bandung Barat. Dengan teknologi sebagai alat bantu, pertanian dan peternakan diharapkan bisa menjadi sektor yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan. (*)






