Alasan Anggota DPRD KBB Ogah Mengisi Gedung Baru, Karena Terlihat ‘Kumuh’ dan Fasilitas Penunjang Belum Berfungsi

Gedung DPRD KBB yang berada di Jalan Raya Padalarang - Cisarua, Cijamil Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah dibangun tahun 2020 ini belum bisa digunakan dengan alasan fasilatas di gedung tersebut belum memadai. Foto/BANDUNGSATU.COM

BANDUNG BARAT, BANDUNGSATU.COM – Meski Pembangunan Gedung DPRD Kabupaten Bandung Barat sudah selesai, sejak dibangun tahun 2020 lalu, sampai saat ini gedung tersebut belum difungsikan, alasan para anggota DPRD KBB karena belum adanya fasilitas penunjangnya. Dan keberadaan Gedung DPRD KBB yang baru diperuntukan anggota DPRD tersebut terlihat kumuh, seperti tidak terurus.

Pembangunan gedung yang terletak di Jl. Raya Padalarang -Cisarua, Cijamil Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah tersebut yang telah menghabiskan biaya sebesar Rp142 miliar. Biaya tersebut hanya untuk pembangunan gedung saja.

Pj Bupati Bandung Barat, Ade Zakir Hasim mengatakan, Pemda KBB telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp20 miliar dari APBD 2024 untuk menyediakan fasilitas penunjang gedung DPRD. Dengan digelontorkannya anggaran tersebut, diharapkan 50 anggota DPR berserta staf sekretariat bisa pindah ke gedung baru dalam waktu dekat.

“Di APBD 2024 ini sudah siapkan. Kita berharap segera ditempati. Yang ada sekarang Rp20 miliar lebih,” kata Ade Zakir, baru-baru ini, kepada pewarta.

Karena masih belum ditempati, gedung baru DPRD ini tampak tidak terawat. Warna cat terlihat mulai memudar, sementara rumput liar tumbuh di sana-sini. Beberapa tembok pun terlihat ditumbuhi lumut.

“Gedung DPRD ini akan kami lengkapi, supaya bisa segera di huni dan bisa di pakai. Tahun ini Insya Allah mulai pemagaran dan kelengkapan-kelengkapan standar kita siapkan. Selain pagar kita tata lahan parkir dan jaringan airnya,” jelas Ade.

Sementara itu, Sekretaris Dewan (Sekwan) Kabupaten Bandung Barat, Rony Rudiana mengatakan, pihaknya akan melakukan perpindahan kantor DPRD secara bertahap asalkan jaringan air bersih telah tersambung.

“Kita akan berupaya untuk segera menempati gedung DPRD baru. Tahap pertama kita sudah lakukan pembersihan halaman. Nanti kita siapkan penunjang lain secara bertahap seperti air dan mebeler. Karena ternyata belum ada sarana dasar seperti air, pagar pengaman, dan lahan parkir,” kata Rony, Rabu (03/07).

Ia juga memastikan bahwa air akan dipasok dari PDAM karena saat dicoba dilakukan pengeboran oleh Dinas PUTR, air masih belum keluar.

“Kemarin PUTR sudah mencoba bor 16 titik tapi tidak keluar air, jadi solusinya kita menggunakan air PDAM. Mereka sudah menyanggupi pemasangan instalasi air selama 2 Minggu sampai ke bak induk. Setelah air ada baru kita bertahap membersihkan ruangan,” imbuh Rony.

Ia juga mengatakan, Gedung DPRD baru itu akan dipergunakan sementara untuk kesekretariatan meliputi ruangan fraksi DPRD, ruangan komisi, serta bagian umum dan bidang persidangan. Untuk ketersediaan mebeler di ruangan itu, akan memakai sementara dari fasilitas di gedung lama.

“Untuk ketersediaan mebeler, kita manfaatkan pakai yang ada di sekretariat dewan. Jadi dari gedung lama dipindahkan. Untuk sementara sekretariat dulu. Target akhir Juni selesai, jadi awal Juli sudah ditempati,” Pungkas Rony.
Sementara itu hasil pantauan Bandungsatu.com dilapangan belum terlihat ada kegiatan pengerjaan dan kegiatan di lokasi Gedung DPRD KBB, yang baru, Rabu (03/07). (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *