BANDUNG BARAT, BANDUNGSATU.COM – Generasi muda kembali menjadi sorotan, mantan Bupati Bandung Barat Hengki Kurniawan. Dalam Posting Instagramnya pada Selasa malam, (18/06) Hengki menyoroti pentingnya anak uda melek politik menghadapi Pilkada.
“Memasuki tahun politik, yuk kita diskusi Asyik bareng Mang Ono dan Kang Hengki Kurniawan. Biar nambah wawasan dan melek politik. Kamu bebas tanya apa saja tentang masa depan Jawa Barat dan Bandung Barat, Karena kemajuan daerah tergantung peran kalian anak muda,” ajak Hengki dalam postinganya itu.
Posting tersebut adalah ajakan untuk menghadiri acara diskusi soal masa depan Jawa Barat dan Bandung Barat ayang akan digelar pada Sabtu, 22 Juni mendatang di Talons Rooftop Coffee dan Resto.
Acara yang digelar pada pukul 16 tersebut juga menghadirkan tokoh yang digadang-gadang menjadi Calon Gubernur Jawa Barat dari PDIP, Ono Surono.
Posting tersebut meski baru sedikit mendapat tanggapan dari followernya, namun pengikut Intagram dari kalangan Gen-z terlihat antusias menyatakan kehadirannya. Seperti ditulis akun aep _saepudin1919 yang langsung menyatakan akan mengikuti acara tersebut.
“Hadir pa,” tulis akun tersebut.
Akun omikyw_ juga menyatakan hal yang sama. Ia akan hadir dalam acara tersebut.
“Gaskeun bapakke, siap rapatan,” kata akun tersebut.
Tidak hanya anak muda secara perorangan, mereka dari kalangan dari organisasi pemuda pun terlihat penasaran dengan acara tersebut. Akun julhayadiaryapuntara mengkonfirmasi soal organisasinya yang ingin datang pada acara itu.
“Pemuda PUI KBB boleh ikut gak lang?” tanya akun tersebut. Hengki pu langsung menjawab bahwa organisasi itu dipersilakan datang.
“Mangga kang,” balas Hengki.
Ditanya soal adanya diskusi politik yang dikhususkan untuk anak muda, Putri, warga Cisarua mengatakan, bahwa cara semacam itu harus sering diadakan, sehingga tidak ada lagi stigma bahwa politik itu kotor dan penuh kecurangan.
“Kita kan diajari orangtua kebanyakan yang bilang politik itu apa sih? Isinya Cuma kecurangan dan main kotor. Nah dengan edukasi semacam itu kan nanti kami anak muda jadi melek politik. Tau bagaiman harus berpartisipasi,” tegas Putri.
Hal Senada disampaikan Firman warga Batujajar. Ia menilai diskusi politik sebagai edukasi harus dilakukan dengan santai. Sehingga ketertarikan pemuda pada politik bisa semakin terlihat. Tujuan akhirnya tentu akan mmepercepat pengkaderan kepemimpinan, agar setiap pemilu tidak hanya orang-orang yang sama yang berpartisipasi.
“Jangan model seminar. Apa yang digelar kang Hengki ini bagus. Diskusi santai di café. Jadi lebih rileks. Kesannya kan politik itu serem. Nah dengan santai gini anak muda pasti akan tertarik. Ujungnya mereka mau ikut dalam politik. Jadi pemilu nanti banyak anak muda yang terlibat. Gak itu-itu aja,” kata Firman.
Menanggapi acara yang digelar Hengki tersebut Humas Lembaga Studi Masyarakat Bandung Barat, Mentari Kala Senja mengatakan bahwa Hengki menyadari bahwa meski simpatisan dari kalangan emak-emak dan gen-z sudah menjadi kartu asnya, namun acara yang menyasar anak muda seperti ini menjadi hal yang sangat baik.
Mentari mengatakan, pendidikan politik tidak melulu melalui aksi secara langsung di kegiatan partai berlangsung secara praktik politik, diskusi santai justru dapat membedah semua aspek yang digandrungi anak muda yang memiliki keterkaitan dengan giat yang bisa dilakukan partai.
“Ini kan contoh bagaimana politik gak Cuma kegiatan partai, tapi juga membuka wawasan dengan cara santai. Apa yang digandrungi pemuda kan bisa didiskusikan di sini. Dan pasti apa yang disukai nak muda banyak juga yang berkaitan dengan aktifitas partai. Ini jalan untuk lebih mendekatkan pemuda dengan politik,” kata Mentari.
Ia juga mengatakan, cara ini bisa dijadikan sebagai pembuka jalan untuk pengkaderan agar pemuda semakin memiliki peran aktif dalam kegiatan politik. Ujungnya ke depan tidak sulit lagi mencari calon Pemimpin, karena sudah siapkan sejak dini.
“Problem partai kan soal pengkaderan. Mereka susah cari Pemimpin muda yang berkualitas, lewat ajang seperti ini Semoga bisa menjadi sarana pengkaderan juga. Ujung dari pengkaderan itu adalah menyiapkan Pemimpin muda yang potensial. Biar tidak seperti saat ini, setiap Pemilu pasti susah cari calon Pemimpin,” pungkas Mentari.(*)






