BANDUNG BARAT, BANDUNGSATU.COM – Hari Ulang Tahun KBB, ke 17 yang akan dilaksanakan Rabu 19 Juni 2024 tidak begitu semarak disambut di beberapa daerah kecamatan yang berada di wilayah Kabupaten Bandung Barat.
Hal itu dikatakan Ketua Pusat kajian politik, ekonomi dan Pembangunan, Holid Nurjamil, Selasa (18/06)
“Biasanya HUT KBB selalu disambut dengan meriah. Pemda KBB pun selalu memberikan pemberitahuan ke setiap Pemerintah Desa untuk mengirimkan orang dengan membawa kreasi dari tiap desanya. Seperti kreasi pembangunan yang dicapai oleh desa tersebut,” kata Holid.
Berbeda dengan tahun ini, HUT KBB tidak terasa gaungnya. Holid mengatakan, biasanya para Pemerintah Desa, Kecamatan dan sebagian perusahaan, selalu mengucapkan selamat. Namun pada HUT KBB yang sekarang akan dilaksanakan Rabu besok, baliho maupun spanduk tidak begitu meriah.
“Sepanjang jalan protokol maupun jalan Kabupaten dan Desa sepi dari ucapan HUT KBB,” jelas Holid.
Padahal info yang didapat, sambung Holid, HUT KBB ke 17 tersebut akan dimeriahkan berbagai kesenian dan kreasi. Tetapi, atas terjadinya peristiwa yang tidak mengenakan bagi masyarakat KBB, setelah pemangku jabatan Pj Bupati, Arsan Latif jadi tersangka korupsi proyek Pasar Cigasong Majalengka. Dan HUT KBB akan diadakan meriah dan ketika Pj Bupati KBB, Arsan Latif menjadi tersangka dan dicopot dari Pj Bupatinya, hari jadi KBB menjadi ‘kurang bergairah’.
“Warga Mulai Pesimis HUT KBB ke 17, bisa memotivasi majunya KBB ke depan, kalau nggak ada perubahan, karena masih banyak kepala OPD melaporkan asal bapa senang, (ABS),” kata salah satu sumber yang enggan disebut namanya.
Dari fakta yang tergali, Holid mengatakan, hampir sebagian masyarakat yang berada di pedesaan tidak begitu tahu KBB mengadakan hari jadi ke 17.
“Sepertinya Hari jadi kBB ini, kurang sosialisasi kepada masyarakat. Biasanya pihak Pemdes selalu menginfokan adanya KBB mengadakan hari jadi,” menurut, Holid
Ditambah beberapa permasalahan pembangunan seperti Kualitas SDM, pembangunan ekonomi inklusif, penerapan reformasi birokrasi yang belum optimal, kualitas lingkungan hidup dan pemerataan infrastruktur wilayah yang belum optimal, membuat Pemerintah Daerah KBB sendiri seperti yang setengah hati menggelar HUTnya sendiri.
“Dengan kondisi seperti yang disampaikan tadi, pertanyaannya, seberapa puas masyarakat terhadap pemerintahan Bandung Barat ?. Seberapa besar kepercayaan masyarakat kepada pemerintah bandung barat dapat mewujudkan kesejahteraan masyarakat? kata Holid.
Holid menambahkan, pertanyaan tersebut muncul dikarenakan stigma yang muncul kepermukaan beberapa hari ini adalah hatrick nya ‘Pupuhu,’ tersandung masalah hukum, semakin menguatkan asumsi bahwa terjadi salah urus, salah perencanaan yang mengakibatkan terjadinya devisit anggaran dan beban hutang yang besar ke pihak ketiga termasuk PT. SMI. Padahal APBD KBB sudah cukup besar 3,1 T. Dengan PAD diangka 700 milyar.
“Semoga refleksi ini menjadi bahan pelajaran untuk kita, supaya kedepannya lebih baik. Dengan semangat 17. Sesuai hari jadi. Dan juga dengan semangat pemimpin baru Pj. Bupati. kita semua bergandengan tangan, bersinergi untuk mewujudkan cita-cita pemekaran,” tegas Holid. (*)






