Pemda Bandung Barat Akan Potong 7 Sapi Kurban di Wilayah Bencana Cipongkor Selasa

Pj Bupati Bandung Barat, Ade Zakir Hasim ketika diwawancari oleh media selesai melaksanakan sholat ied, Senin (17/06). Foto/Istimewa
Pj Bupati Bandung Barat, Ade Zakir Hasim ketika diwawancari oleh media selesai melaksanakan sholat ied, Senin (17/06). Foto/Istimewa

BANDUNG BARAT, BANDUNGSATU.COM – Pada Idul Adha 1445 Hijriyah ini Pemda Bandung Barat melalui DKM Mesjid As Shidiq menerima titipan hewan kurban sebanyak 3 sapi dan 23 domba. Hal itu disampaikan Pj Bupati Bandung Barat, Ade Zakir Hasim usai melaksanakan sholat ied bersama warga.

“Alhamdulillah yang menitipkan hewan kurban pada kami melalui DKM Mesjid As Shidiq, ada 3 ekor sapi dan 23 ekor domba. Jadi kami semuanya dipotong di RPH di Cikamuning, kemudian dibawa lagi ke sini untuk dikemas dan disebarkan,” kata Ade Zakir usai melaksanakan sholat ied, Senin (17/06).

Pemda Bandung Barat, kata Ade juga Menerima titipin 7 ekor sapi yang akan disembelih di Cipongkor, Selasa (18/06). Ke tujuh sapi tersebut adalah sumbangan yang ditujukan bagi korban longsor dan banjir bandang yang terjadi di Cipongkor beberapa waktu lalu.

“Nah untuk yang Lokasi bencana alhamdulillah, kita dapat bantuan 7 ekor sapi. Pelaksanaan penyemeblihannya Insya Allah akan dilaksanakan di Kecamatan Cipongkor Besok. Untuk yang terkena bencana Insya Allah selain daging untuk korban bencana Insya Allah selain daging juga ada pembagian sembako,” kata Ade.

Ade juga memaknai bahwa Idul Adha ini sebgai bentuk keikhlasan. Untuk dirinya menurut Ade tentu keikhlasan dalam bekerja dan menyumbangkan tenaga untuk Bandung Barat.

Sementara itu Plt Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan KBB, Wiwin Aprianti mengimbau kepada mayarakat, khususnya panita kurban, agar bisa menggunakan bungkus daging yang akan didistribusikan ke warga dengan menggunakan bahan yang ramah lingkungan.

“Kami imbau Kepada warga agar dalam distribusi daging kurban tidak menggunakan kantong plastik. Kita gunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan. Palstik juga jika terpaksa digunakan, jangan pakai yang berwarna. Gunakan yang bening saja,” tegas Wiwin.

Saat ditanya para pewarta soal pengawasan daging kurban, terutama bagian hati yang sering menjadi tempat bersarangnya cacing, Wiwin mengatakan Sepanjang pemasakannya benar, maka tidak perlu dikhawatirkan.

“Dibersihkan saja. Cacingnya dibuang kemudian memasaknya harus benar. Jika disate kemungkinan telur cacingnya masih bisa berkembang biak. Sebaiknya digodog dulu saja agar aman dikonsumsi,” jelas Wiwin.

Disampaikan pula oleh Wiwin sebenarnya petugas sudah melakukan pengecekan terhadap hewan kurban, untuk mengecek kemungkinan penyakit yang bisa menular pada manusia seperti selusis dan juga antraks.(DISKOMINFOTIK KBB)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *