PLH Bupati Bandung Barat Ade Zakir, Usulkan Penyekatan Sampah di DAS Citarum

Plh Bupati Kabupaten Bandung Barat, Ade Zakir. Foto/Istimewa

BANDUNG BARAT, BANDUNGSATU.COM – PLH Bupati Bandung Barat, Ade Zakir, menanggapi viralnya sampah yang masuk ke DAS Citarum dan terperangkap  di blok Desa Selacau, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Menurut Ade soal sampah tersebut tidak perlu saling menyalahkan.

“Sampah ini kan kita tidak bisa menyalahkan sumbernya dari mana, karena memang datang dari hulu ke hilir. Kebetulan memang di sini tertahan,” kata Ade, Kamis (14/06).

Ia mengatakan bahwa setelah berdiskusi dengan sejumlah pihak, akhirnya diputuskan akan dilakukan penyekatan di hulu. Tidak hanya itu, Pemda Bandung Barat, Damkar, BPBD beserta masyarakat terjun langsung membersihkan sungai.

“Alhamdulillah setelah berkoordinasi dengan LH Provinsi, kami Pemda Bandung Barat, Damkar, BPBD, petugas kebersihan dan juga dibantu teman-teman dari DKPB Kota Bandung membersihkan sampah tersebut,” jelasnya.

Ade Zakir dalam kesempatan tersebut juga berharap agar wilayah Kota Cimahi, Kota Bandung, dan Kabupaten Bandung aktif mengedukasi warganya untuk tidak membuang sampah sembarangan.

“Selain itu, perlu dibuat alat perangkap sampah di masing-masing wilayah sektor Citarum Harum agar tak seluruh sampah dari hulu bermuara di Bandung Barat,” tukas Ade.

 

“Kemarin sama provinsi sudah diskusi terkait sungai Citarum. Memang dari tahun 2018 ada Satgas Citarum Harum, per sektor sudah ada komandannya. Selain hulu, ini harus ditangani di hilirnya dengan penyekat agar tertahan. Minimalnya ada 3 alat perangkap sampah di beberapa titik Citarum,” imbuhnya.

Ade juga mengatakan di setiap titik wilayah perbatasan Kabupaten/Kota di Bandung Raya yang dilintasi DAS Citarum, untuk penangan banjir sampah tersebut bisa dilakukan dengan menggunakan alat berat dan sejumlah perahu boat untuk mengangkut sampah yang berada di tengah sungai.

“Pertama penyekatan. Karena kejadian ini sudah tiga kali dengan sekarang. Ya kita melakukan penyekatan setiap titik ini karena dibantu dengan angin juga mengarah ke hilir. Untuk dipinggirkan kita angkat untuk yang tengah juga kita menggunakan alat-alat yang ada seperti perahu boat dan lainnya,” ujar dia.

“Nanti ada edukasi ke masyarakat mungkin tidak hanya di sini. Karena kita gak pernah tau ini sampah siapa yang buang juga. Yang penting kita semua harus berkolaborasi bersama-sama menyelesaikan dari hulunya. Sekda provinsi juga bilang akan ada edukasi ke masyarakat pengolahan masyarakat kurang lebih seperti itu,” pungkasnya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *