CIMAHI, BANDUNGSATU.COM – Satu orang meninggal dunia menyusul kecelakaan lalu lintas di Jl. Kolonel Masturi, Kampung Warungmuncang RT 01 RW 13, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Senin siang (27/05) sekira pukul 11.30 WIB.
Korban meninggal adalah supir truk bermuatan paving blok D 8951 BY, yang pada saat kejadian menabrak minibus Nisan Grand Livina D 1491 XHJ dan satu unit motor Yamaha Mio D 2592 UCM.
Saksi mata mengatakan sopir truk meninggal dunia di lokasi. Selain itu, kernet truk paving blok mengalami luka parah usai terjepit di bangku depan, namun bisa diselamatkan saat dievakuasi relawan SAR Wanadri.
“Sopir meninggal dunia di tempat, sedangkan kernet selamat. Tadi sempat terjebak di dalam. Kita evakuasi dengan cara gergaji besi bagian pintu, sekarang sudah dibawa ke rumah sakit,” kata Kasbi (35), relawan SAR Wanadri, di lokasi.
Sementara itu kondisi penumpang Grand Livina dan penumpang Yamaha Mio mengalami luka ringan. Seluruh korban sudah dibawa ke rumah sakit untuk perawatan.
“Mobil Nisan kerusakan bagian bodi cukup parah karena ikut ditabrak. Motor mio juga sama. Penumpangnya mengalami luka ringan semua sudah dibawa ke rumah sakit,” ungkap Kasbi.
Imbas kecelakaan tersebut, seluruh paving blok yang dibawa mobil truk berserakan di jalan. Posisi truk sendiri terbalik diparit setelah menabrak sebuah pohon besar. Sesaat selepas kejadian aparat kepolisian melakukan olah TKP dan melakukan rekayasa lalu lintas.
“Sekarang setelah evakuasi korban, kita fokus evakuasi pohon dengan gergaji mesin,” pungkas Kasbi.
Sementara di tempat terpisah, Kapolres Cimahi AKBP Aldi Subartono mengatakan dari hasil olah TKP diduga truk pengangkut pavibf blok alami rem blong dan korban sudah dalam perawatan beberapa rumah sakit di Kota Cimahi.
“Kami mendapat informasi dari hasil olah TKP, truk yang terguling itu remnya blong. Namun demikian kita kan terus mengecek, secara detil, secara teliti, terkait penyebab, utamanya apa,” kata Aldi.
Aldi juga mengatakan melihat kondisi jalan yang menurun, ia akan berkoordinasi dengan sejumlah pihak utamanya memberikan edukasi pada kendaraan yang tonasenya berlebihan untuk mengecek kondisi kendaraannya.
“Apakah remnya blong, karena perawatannya dan sebagainya, perlu diberikan edukasi pada para pelaku usaha, termasuk langkah-langkah pembatasan akan dikaji karena di situ sudah sering terjadi kecelakaan,” jelas Aldi. (*)






