BANDUNG BARAT, BANDUNGSATU.COM – Objek Wisata Lembang Park And Zoo (LPZ), kembali memiliki atraksi wahana wisata baru yang sudah diperkenalkan pada publik pada long weekend libur Hari Raya Waisak ini.
Antraksi wisata itu berupa berkeliling di wahana karnivora dengan menggunakan mobil safari tanpa kaca dan hanya menggunakan wiremesh (jeruji besi- red) saja.
Hal tersebut diungkapkan General Manager Wahana Wisata Lembang Park and Zoo, Iwan Susanto, Sabtu, (25/05).
“Kita ada spot baru. Bersafari di wahana kampung satwa ini kita bisa gunakan mobil yang tanpa kaca namun hanya mengunakan wiremesh. Saat berkeliling harimau mendekat penumpang pada menjerit, itu seru juga untuk pengalaman baru,” kata Iwan.
Iwan juga mengatakan bahwa keamanan dari mobil tanpa kaca itu sudah dijamin seratus persen, sehingga wisatawan tidak akan mengalami hal-hal yang tidak diinginkan.
“Keamanan kita jamin 100 persen. Selain wiremesh, kita juga double pengamanannya, dikunci dari dalam dan dikunci dari luar,” tukas Iwan.
Iwan mengatakan bahwa penggunaan jenis mobil tersebut sama saja dengan melihat harimau melalui dinding kaca seperti yang sudah ada sebelumnya. Hanya untuk menunjukan bisa melihat binatang buas itu lebih dekat.
“Sama saja dengan kita lihat dari kaca, yang membedakan dengan mobil ini hanya sebatas wiremesh saja,” jelas Iwan.
Ia juga menjelaskan bahwa mobil ini memiliki Kapasitas 35 orang sekali angkut, untuk berkeliling melihat koleksi seperi pygmi hippo, hippo besar, Watusi, alpaca, cheetah, harimau golden tabby dan harimau benggala putih.
Iwan juga menjelaskan bahwa dengan membeli tiket terusan, weekday Rp 65 ribu dan terusan weekend/tanggal merah seharga Rp 85 ribu pengunjung sudah bisa menggunakan mobil safari tersebut.
“Apabila tidak membeli tiket terusan dapat juga membeli tiket di lokasi kampung satwa seharga Rp 20 ribu/orang,” imbuh Iwan.
Dengan harga tersebut pengunjung bisa berkunjung di Wahana Kampung Satwa yang memiliki luas tujuh hektar dan bisa berkelilingi dengan mobil safari tersebut selama 10 menit.
Mobil yang digunakan sendiri kata Iwan ada 6 unit dimana 1 unit wiremesh sementara 5 unit lainnya menggunakan kaca.
Pada libur long weekend ini menurut Iwan, di objek wisata yang memiliki 189 spesies dengan koleksi 750 ekor satwa ini, tingkat Kunjungan tiga hari terakhir sampai Sabtu (25/05), sangat signifikan.
“Dari tiga hari kemarin Kunjungan sangat signifikan dibanding hari biasa. Peningkatan ya ada sampai 100 persen,” kata Iwan seraya mengatakan bahwa pasca kecelakaan lalu lintas di Ciater dan keluarnya SE (Surat Edaran) larangan study tour, tidak banyak wisatawan yang membatalkan Kunjungan ke LPZ.
Iwan juga mengatakan LPZ sedang berencana menambah koleksi satwa berupa zebra, onta dan singa putih.
“Selain zebra dan onta, kita bulan depan berencana menambah koleksi singa. Kita mau tambah koleksi kucing-kucingan,” jelas Iwan.
Sementara itu pengunjung asal Bandung yang mengantar keluarganya yang tinggal di Tangerang, Kurniawati (21), mengatakan LPZ menjadi kebun binatang yang modern dan memiliki keindahan yang alami. Terlebih koleksinya banyak satwa khas Indonesia.
“Suasananya bagus dan satwa-satwanya banyak yang asli Indonesia,” katanya.
Kurniawati yang datang kali ke dua ke LPZ mengatakan bahwa kebun binatang yang terletak di Desa Cihideung Kecamatan Parongpong itu banyak perubahan dan memiliki wahana yang baru, yang sebelumnya tidak ia lihat di kunjungannya yang pertama.
“Aku sudah dua kali datang ke sini. Surprise juga sih, ternyata banyak berubah dan koleksi binatangnya sangat lengkap. Apalagi harimaunya aku suka banget, kayak galak gitu, padahal jinak juga ternyata,” pungkas Kurniawati. (*)






