Long Weekend Libur Waisak, Wisatawan Serbu Floating Market Lembang

Suasana libur di Floating Market Lembang. Foto/Bandungsatu.com
Suasana libur di Floating Market Lembang. Foto/Bandungsatu.com

BANDUNG BARAT, BANDUNGSATU.COM – Pada libur long weekend, selepas Hari Waisak, sejak Kamis (23/05) sampai Sabtu (25/05) objek wisata di Lembang nampak kembali ‘diserbu’ wisatawan luar kota. Diakui Public Relation , PT. Perisai yang menaungi objek wisata Floating Market , The Great Asia Afrika dan Farmhouse, Intania Setiati, liburan tersebut mempengaruhi Kunjungan ke Floating Market.

“Untuk liburan panjang hari ini bertepatan dengan Hari Raya Waisak ada sedikit kenaikan untuk para pengunjung ke tempat wisata di Lembang, terutama di wahana wisata Floating Market,” kata Intania.

Ia mengatakan meski peningkatannya ia sebut masih kecil, namun banyak juga pengunjung yang datang dari luar pulau Jawa, seperti Sumatera.

“Kenaikannya itu sekitar 20 sampai 30 persen. Kita lihat puncaknya di hari Sabtu ini, besok mungkin akan turun kembali. Kalau saya lihat dari bahasa-bahasa dari Jakarta, Bodetabek, kemudian dari Sumatera juga banyak,” ujarnya

Intania mengakui naiknya Kunjungan tersebut tidak terlepas dari inovasi Floating Market yang menyuguhkan beragam Wahana, agar wisatawan betah berlama-lama di objek wisata yang terletak di pusat kota Lembang tersebut. Meski demikian, dibanding dengan Kunjungan sebelum terjadinya kecelakaan lalu lintas di Ciater, libur kali ini peningkatannya tidak signifikan.

“Kalau wahana baru kita masih ada beberapa yang seperti Rainbow Slide, Go Kart, Kereta Sawah. Kemudian kita ada juga arena bermain untuk anak-anak lima tahun ke bawah, yang diberinama Twingkle-twingkle. Di sini, anak-anak bisa bermain di seperti rumah bola seperti mutiara itu dan anak-anak bisa bermain dengan wahana yang edukatif,” jelasnya.

Intan juga mengungkapkan bahwa tidak signifikannya Kunjungan wisatawan ke Lembang, diduga karena adanya surat edaran beberapa daerah yang menghimbau untuk berwisata di lingkungan daerahnya sendiri. Faktor cuaca belakangan ini pun membawa pengaruh pada tingkat Kunjungan.

“Dibandingkan dengan hari-hari libur panjang yang sebelumnya memang tidak terlalu padat, mungkin dengan adanya surat edaran larangan wisata keluar daerah Jabar untuk studi tour atau adanya faktor cuaca,” ungkap Intania.

“Tapi memang kita merasa kemarin ada beberapa grup-grup yang cancel, termasuk rombongan-rombongan studi tour. Termasuk keluarga juga ada beberapa yang menurun dibandingkan libur panjang sebelum-sebelumnya. Cuaca sebelumnya kemarin-kemarin cerah, hanya saja dua hari ini hujan gak berhenti-henti itu pengaruh juga karena memang basicnya tempat wisatanya outdoor. Kalau sudah kena hujan ya bubar semua wisatawannya,” imbuhnya.

Meski ada surat edaran dari beberapa daerah di Jabar dan luar Jabar, termasuk surat edaran yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat soal pelarangan study tour, namun Intania mengakui bahwa masih banyak rombongan wisatawan yang melakukan booking. Ia mengaku masih banyak rombongan yang reservasi untuk datang ke Floating Market.

“Rombongan wisatawan yang masih melakukan booking hingga kini masih ada lantaran masih momen studi tour, musimnya anak-anak jalan-jalan, keluarga masih ada juga rombongan yang sudah reservasi untuk datang ke floating market,” kata Intania.

Intania sendiri memilih tidak berkomentar soal surat edaran yang dikeluarkan sejumlah daerah soal study tour, namun ia memandang positif SE itu. Dengan SE tersebut, menurut Intania, kesiapan kenyamanan dan keamanan saat sedang tour jadi lebih terjaga.

“Kalau imbauan enggak, tapi kita banyak komunikasi dengan teman-teman tour and travel, mereka juga mengeluhkan dengan adanya imbauan dari pemerintah. Tapi menurut kami itu akan lebih baik. Jadi mereka lebih memperhatikan untuk armada yang disiapkan. Jadi semuanya bisa aman, rombongannya bisa happy, tour and travel dan kita pengelola wisata juga happy,” tukas Intania. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *