KOTA CIMAHI, BANDUNGSATU.COM – Gelar Paukan Gabungan Polri, TNI, Satpol PP, Damkar, BPBD dan Relawan dilaksanakan di Mapolres Cimahi, Jl. Amir Mahmud Kota Cimahi, Rabu (03/04).
Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2024 yang dihadiri Forkompimda Kota Cimahi dan Kab Bandung Barat dipimpin langsung oleh Kapolres Cimahi AKBP Aldi Subartono.
Usai Gelar Pasukan, Kapolres Cimahi mengatakan bahwa pengamanan dalam Operasi Ketupat 2024 ditujukan tidak hanya sebagai bentuk pengamanan bagi warga Cimahi namun juga bagi pemudik yang melintas di wilayah hukum Polres Cimahi.
“Ini tentu persisapan kami, Polres Cimahi, Pemda dan Pemkot serta TNI dalam mengawal masayarakat yang akan mudik, baik masyarakat yang akan melewati wilayah hukum Polres Cimahi, atau pun masyarakat Cimahi yang akan mudik ke kampungnya,” kata Aldi pada para pewarta Rabu Pagi, (03/04).
Adi berharap agar semua berjalan sesuai dengan rencana. Ia mengharapkan arus mudik tahun ini berjalan dengan lancar dan masyarakatnya juga aman.
“Pengaman tahun ini semuanya dari unsur Polri, TNI, Satpol PP, BPBD, Damkar dan para relawan ada 1321 personil. Untuk Polri sendiri 984. Kami mendirikan 12 pos pengemanan yang tersebar di Kota Cimahi dan Bandung Barat,” kata Adli menjelaskan jumlah personil dan banyaknya pos pengamanan untuk mendukung kelacancaran pengamanan jalur mudik.
Pada kesempatan tersebut Aldi juga mengimbau kepada para pemudik agar berhati-hati melintas di titik rawan di wilayah hukum Polres Cimahi, yaitu dari arah Cianjur menuju Cimahi, di daerah Cipatat.
Jalannya yang berkelok harus diwaspadai oleh para pengendara. Untuk mengurangi kepadatan imbas banyak-nya truk tambang batu kapur, Polres Cimahi sudah mengirim surat pada pengusaha sekitar agar tidak melintas pada masa mudik.
“Ini akses arteri di luar tol yang sering kita temui banyaknya truk. Mitigasinya, kami sudah melayangkan surat pada para pelaku usaha, agar truk tidak beroperasi mulai tanggal 4 April, sehingga bisa mengurangi resiko bagi para pemudik,” kata Aldi.
Aldi juga mengatak untuk tol yang melintas di Kota Cimahi diperkirakan pada musim mudik ini normal sementara kepadatan diprediksi baru akan terjadi pada arus balik.
“Pasar tumpah dan persimpangan selalu jadi perhatian, seperti di Cipatat. Mitigasinya nanti jam 5 subuh anggota sudah masuk di situ,” imbuh Aldi.
Aldi juga mengatakan untuk pasar tumpah ini ia memberi perhatian pula pada Pasar Tagog, sehingga penurunan anggota di sekitar persimpangan Tagog, Padalarang akan dipertebal.
Untuk mencegah kepadatan Aldi juga menagaskan bahwa pihaknya sudah punya Tim Preemtif dan Tim Preventif dengan demikian semua kemungkinan diantisipasi.
“Kami juga punya tim urai dengan menggunakan motor, dikhususkan di daerah yang memang padat. Kemudian kita kan punya objek wisata ya, oleh karenanya di H plus1 dan plus 2 seperti di Cisarua dan Lembang jadi fokus juga. Kami punya pasukan penebalan sebanyak 200 orang lebih, untuk mengantisipasi membludaknya pengunjung,” jelas Aldi. (*)






