BANDUNG BARAT, BANDUNGSATU.COM – Cucu Sulastri (40), pekerjaan ibu rumah tangga warga Desa Campakamekar, Kecamatan Padalarang, KBB, merindukan pemimpin yang bijaksana dan familier di Pilkada KBB, di bulan November 2024 mendatang.
Ia mengatakan sosok seperti yang ia dambakan diyakini bisa membuat KBB menjadi lebih maju ke depannya.
“Dengan bijaksana serta familier, kayaknya bisa membangun dengan lebih baik. Orang bijak kan pasti akan mepertimbangkan apa pun yang akan menjadi keputusannya, “ kata Cucu, Kamis (14/03)
Meski masih cukup lama Pilkada KBB akan digelar, sekitar 7 bulan mendatang, Sampai saat ini suasana terasa begitu panas. Sejumlah tokoh terlihat sudah mulai menakjimkan dirinya sebagai Bakal Calon Bupati KBB.
Yang terlihat akan terjun pada kontestasi Pilkada KBB terlihat mulai dari kalangan kepala desa, pengusaha, tokoh masyarakat dan aktivis serta Pj Bupati Bandung Barat, Arsan Latif yang mulai digadang gadang untuk maju pilkada oleh para pendukungnya mulai ramai dibicarakan media sosial, seperti di grup whatsApp.
Selain itu, dari kalangan partai sendiri terlihat sudah ada berapa kader yang diusung untuk maju ke kancah Pilkada, seperti partai Golkar yang mengusung Edi Rusyandi anggota DPRD Jabar. Kemudian PKB mengusung Asep Dedi Ketua PKB KBB sebagai bakal calon Bupati KBB ke depan
Dan yang sedang menjadi ‘fenomena’ terbaru saat ini di KBB, adalah mantan Bupati Bandung Barat, Hengki Kurniawan yang didorong untuk maju dalam Pilkada oleh kalangan partai, maupun masyarakat. Terutama kalangan masyarakat seperti kaum emak emak dan melenial yang selalu mendukungnya
Popularitas Hengki saat ini masih tinggi, untuk maju di Pilkada KBB. Seperti diucapkan Cucu Sulastri (40), setahu dirinya Hengki Kurniawan masih menjadi Bupati KBB. Ia tidak tahu kalau Bupati Bandung Barat, Hengki Kurniawan sudah diganti sama Pj Bupati, karena masa jabatannya sudah habis.
“Saya kira teh pa hengki masih jadi Bupati. Saya kira teh belum habis jabatan pa hengki,” ungkap Cucu.
Mengetahui jabatan Hengki sudah habis, Cucu Sulastri, berharap agar suami Sonya Fatmala itu bisa maju lagi ikut pilkada. Ia mengungkapkan, Pemda KBB, ketika Hengki menjabat jadi Bupati pernah membantunya menyelesaikan kesulitannya.
“Pa Hengki maju lagi atuh jadi Bupati. Kerasa sama saya pak, waktu pa Hengki menjabat, saya pernah dibantu menyelesaikan kesulitan oleh Pemda Bandung Barat,” pungkas Cucu.
Sementara itu, menurut Isma warga Cipatat, Hengki Kurniawan pantas untuk memimpin KBB lagi, selain pernah memimpin KBB menjadi bupati menggantikan AA Umbara yang tersangkut masalah oleh KPK. Hengki dianggap berhasil membangun beberapa pasilitas umum seperti jalan, alun -alun dan lain lain.
Tetapi saat ini mulai ada penomena seperti ‘Hengki Phobia’ di KBB oleh sebagian orang menjelang pilkada KBB. Apakah penomena ini, adalah sebagai bentuk untuk menurunkan popularitas Hengki, dengan menjelek – jelekan karakter Hengki ketika menjabat Bupati.
Pemda KBB pun melalui Satpol PP, menurunkan baliho Hengki yang berada diruas protokol dengan alasan tidak berijin.
Baliho-baliho tersebut diturunkan oleh Satpol PP dengan alasan tak berijin.
Penurunan baliho tersebut justru makin mengundang asumsi bahwa ada pihak-pihak yang phobia terhadap Hengki sehingga berusaha menjegal Hengki dengan cara apa pun. (*)






