Imbas Hubungan Arus Pendek Listrik Kantor SMP Cokro Aminoto Cipatat Bandung Barat Terbakar

Puing -puing sisa kebakaran Kantor SMP Cokro Aminoto, Desa Gunung Masigit Kecamatan Cipatat yang kebakaran akibat arus pendek listrik. Foto/Istimewa

BANDUNG BARAT, BANDUNGSATU.COM – Kebakaran terjadi di Kp.Pamucatan Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, Kab.Bandung Barat, Kamis (22/02).

Api yang melalap bangunan dua lantai yang dijadikan kantor SMP Terpadu Cokroaminoto itu terjadi sekira pukul 16.05 WIB.

Azam (53) saksi ata pada peristiwa tersebut mengatakan, yang terbakar hanya bangunan Kantor SMP Terpadunya saja. Bangunan lain yang relatif kosong karena KBM sudah selesai, tidak terlalap api,

Ia mengungkapkan terjadinya kebakaran diawali dengan percikan api yang diduga hubungan arus pendek (korsleting) dia atas bangunan tersebut.

“Kayaknya korsleting listrik, kalau yang terbakar itu bangunan kosong yang sudah lama ditinggal pemilik, kebetulan ini dikontrakan untuk jualan tape, semenjak ditinggal pemilik bertahun-tahun bangunan ini dijadikan kantor sementara untuk SMP,” kata Azam saat ditemui di lokasim setelah kebakaran berhasil dijinakkan.

Azam mendengar teriakan warga soal kebakaran tersebut, saat ia tengah mengumandangkan adzan Ashar. Lalu Azam keluar Mesjid yang tidak jauh dari lokasi untuk memastikan sumber suara.

“Pas saya adzan Ashar baru setengah, denger warga teriak kebakaran, dan saya lari keluar ternyata ada kepulan asap enggak lama kemudian api keluar dan membesar,” jelasnya.

Mengantispasi kebakaran membesar, ia menghubungi petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bandung Barat.

Kebakran tersebut berhasil dilokalisir agar tidak menyambar bangunan lain yang berada disampingnya.

“Karena panik langsung mengamankan anak-anak dilokasi sekolah, sambil menunggu damkar dateng karena takut soalnya kabel pusat yang terbakar, untungnya enggak nyamber ke bangunan masjid kalau bangunan sekolah aman masih jauh dari titik api,” ungkapnya.

Warga yang berada di sekitar lokasi sempat panik saat kebakaran terjadi. Mereka yang kebanykan ibu-ibu, berupaya mengamankan anak-naknya aga r tidak mendekat ke lokasi.

“Saya bawa anak-anak keluar karena takut kesamber listrik, saya panik lihat api besar gitu,” kata Siti warga yang berada di sekitar lokasi kebakaran.

Sementara itu Kepala Sekolah SMP terpadu Cokro Aminoto Cipatat KBB, Mumu Saepudin (50) mengatakan, pihaknya melihat langsung detik-detik kepulan asap pekat hitam muncul dari atap bangunan ruang kantor.

“Pas jam 15.00 WIB lebih saya selesai membuat laporan keluar dan liat asap di atas bangunan, pas saya perhatikan lama kelamaan muncul api dan saya langsung mengamankan mobil, lalu teriak minta tolong,” Kata Mumu.

Ia mengatakan sebenarnya api nyaris menyambar bangunan masjid. Beruntung api dapat dipadamkan petugas Damkar KBB yang tiba kelokasi.

Sebelumnyam warga juga sudah berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya sambil menungggu petugas tiba.

“Warga dan anak-anak disini juga ikut memadamkan api dengan air menggunakan ember, hampir kena masjid untungnya bangunan masjid menggunakan asbes jadi enggak mudah merembet,” Jelas Mumu.

Saat kejadian, lanjut dia, para siswa-siswi usai mengikuti proses kegiatan belajar mengajar (KBM), kondisi saat itu sudah dalam keadaan kosong, hanya sebagian siswa yang memang tinggal didekat lokasi.

“Kebetulan memang sudah pada pulang, hanya saya saja dan beberapa guru, beruntung enggak ada korban jiwa, api langsung dipadamkan oleh petugas Damkar,” jelasnya.

Atas peristiwa itu, kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Beberapa dokumen pun ikut hangus terbakar.

“Dari pihak petugas memprediksi kerugian sekitar Rp100 juta, beberapa berkas di kantor dan barang elektronik hangus terbakar,” tandasnya.

Imbas kebakaran yang berhasil dipadamkan pada pukul 17.00 WIB tersebut, arus listrik di Desa Gunung Masigit dan beberapa pabrik di wilayah Cipatat padam lebih dari 3 jam, sementara PLN melakukan perbaikan jaringan listrik di lokasi kebakaran. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *