BANDUNG BARAT, BANDUNGSATU.COM – Masyarakat di Kabupaten Bandung Barat kembali mengeluhkan kenaikan harga beras. Selain harga yang naik, sejak dua hari terakhir beras premium di minimart pun sulit didapatkan.
Hendi salah seorang pedagang beras eceran di Jalan Haji Gofur Tanimulya Kecamatan Ngamprah mengaku kebingungan menentukan harga eceran karena harga beras yang cederung berubah hampir setiap hari.
“Sebulan lalu masih ada yang 14 setengah pa sekarang paling murah 15 setengah. Yang medium 16 setengah dan yang bagus 17 setengah,” kata Hendi Rabu (21/02)
Ia pun mengatakan bahwa stok yang ia siapkan tidak begitu banyak karena dikhawatirkan harga akan kembali mengalami kenaikan.
Salah seorang pembeli beras di toko Beras Hendi, Ida Yati, mengaku bahwa saat ia berkunjung ke kampung halamannya di Cipatat saja, petani yang memiliki sawah pun saat membeli beras, berada di kisaran 16 ribu sampai 17 ribu rupiah.
“Di desa saya, di Cipatat, yang punya sawah aja beli beras dengan harga sama pa. Segini masih lumayan harga tidak jauh beda di sini,” kata Ida Yati.
Sementara itu Wawan pemilik warung di Kampung Cibuntu, Desa Cilame, Ngamprah mengaku dua hari lalu, (Senin, 19 Feb – Red), masih menjual beras seharga Rp 16 ribu. Tapi saat ini sudah tidak bisa ia jual dengan harga yang sama.
“Dua hari lalu saya masih punya beras dengan harga 16 ribu, tapi hari ini yang bisa saya jual adalah harga 17 setengah,” kata Wawan
Ia sendiri bingung dengan stok, karena jika membeli terlalu banyak stok khawatir merugi.
Tidak jauh berbeda di Pasar Lembang pun harga berkisar anatar 16 sampai 17 ribu rupiah. Wati ibu rumah tangga asal Cibodas, Kecamatan Lembang yang ditemui Selasa siang (20/02) mengungkapkan bahwa beras yang bagus saat ini bahkan menembus harga 17 ribu lima ratus rupiah di pasar tersebut.
“Ini saya baru beli 2 kilo yang bagus. Harganya Rp 17 ribu lima ratus . Saya biasanya sekali beli 5 kilo, waktu harga masih antara 14 sampai 16 ribu. Sekarang sudah naik mah, saya hanya beli dua kilo aja.
Baik Hendi, Yati Ida dan Wawan berharap, pemerintah segera tanggap atas situasi ini, karena beras adalah makanan Pokok, sehingga harga pun bisa dijangkau oleh semua lapisan masyarakat.
Pernah Pemerintah Daerah Bandung Barat melalui Pj Bupati, Arsan Latif mengeluarkan statemennya ke media ketika mengadakan sidak ke Pasar Tagog Padalarang akan menggelontorkan Beras untuk pasar murah, tapi sampai saat ini belum ada beritanya lagi dalam pelaksanaannya. (*)






