Kembali Satu Anggota KPPS Meninggal, Kali Ini di Desa Gadobangkong Bandung Barat

Camat Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Agnes Virganty mendatangi rumah duka anggota KPPS yang bernama Mumuh Muchroni (58) Desa Gadobangkong yang meninggal dunia diduga kelelahan ,, setelah bertugas pada Pemilu 14 Febuari lalu. Foto/Istimewa

BANDUNG BARAT, BANDUNGSATU.COM – Petugas KPPS yang meninggal dunia kembali terjadi, setelah warga Ujungberung Kota Bandung, Jajang Safaat, kali ini Mumuh Muchroni (58), anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) warga Kampung Babakan Cianjur, RT04/RW10, Desa Gadobangkong, Kecamatan Ngamprah KBB tutup usia, pada Minggu (18/02).

Anggota KPPS pada TPS 04, Desa Gadobangkong itu pun diduga meninggal karena kelelahan setelah bertugas pada Pemilu 14 Feburari lalu.

Jenazah Mumuh yang telah dikafani pada Minggu malam, rencananya akan dimakamkan pada Senin (19/02) di TPU Kampung Babakan Cianjur Desa Gadobangkong.

“Kami baru saja melayat dari rumah duka Pak Mumuh Muchroni, anggota KPPS TPS 04, Desa Gadobangkong yang hari ini meninggal dunia. Kami dapat informasi beliau meninggal dunia sekitar pukul 14.30 WIB,” kata Camat Ngamprah, Agnes Virganty, Minggu malam di rumah duka.

Agnes menuturkan imbas kelelahan setelah bertugas di TPS 04, almarhum Mumuh sempat dirawat di rumah sakit, namun kondisinya terus menurun sejak Minggu pagi.

“Memang kemarin yang bersangkutan ini mengawal pesta demokrasi. Dari pihak keluarga tadi bilang almarhum mengeluh pusing pagi hari, kemudian dibawa ke rumah sakit. Kemungkinan ya kelelahan, faktor bertugas kemarin sebagai KPPS,” ujar Agnes.

Agnes juga mengungkapkan rasa duka yang mendalam dan mengatakan bahwa pemakaman besok dilakukan karena masih menunggu pihak keluarga yang lain.

“Tadi pelayat terus berdatangan untuk takziyah, Insyaallah husnul khatimah. Informasinya besok pagi dimakamkan, karena masih menunggu anggota keluarganya yang lain. Intinya kami turut berbelasungkawa,” tandas Agnes.

Berdasarkan keterangan seupu korban Aldi Faisal (27), almarhum meninggal sekitar pukul 14.05 WIB di rumah sakit (RS) Indra Medical Center (IMC) Gadobangkong. Ia mengatakan, Mumuh sebelumnya mengeluhkan kondisi kesehatannya yang menurun.

“Sebelumnya udah enggak enak badan dan sebagainya, 1 hari sebelum pemungutan suara sudah ngeluh, katanya badan pada sakit pusing karena rasa tanggung jawab almarhum memutuskan untuk melanjutkan pekerjaannya,” kata Aldi.

Aldi juga menjelaskan, bahwa pihak anggota KPPS lainnya juga sudah menyarankan almarhum untuk beristirahat. Namun ia tetap memaksakan lantaran ini merupakan tanggung jawab korban sebagai petugas KPPS.

“Udah disaranin untuk istirahat, cuman kembali lagi itu sudah tanggung jawab pekerjaan, cuman beliau bilang tidak sampai larut malam, memang sih jam 10 udah pulang,” ujarnya.

Pada keesokan harinya, pada pemungutan suara 14 Februari 2024, korban selesai melaksanakan tugasnya hingga larut malam sekitar pukul 01.00 WIB dini hari. Mumuh pun kata Aldi, mengeluhkan kesehatannya.

“Saya ikut mendampingi korban sampai pencoblosan selesai, beres kerjaan beliau sampai jam 01.00 malam pulang kerumah istrihat, kalau yang lain sampai jam 03.00 WIB, terus ngeluh kesehatan lagi cuman bilangnya gejala biasa. Lalu almarhum pingsan dan dilarikan beberapa klinik terdekat pada tutup, akhirnya dirujuk ke RS Kharisma namun di IGD penuh lalu ke RS IMC udah kena serangan jantung dan meninggal dunia, insya Allah dimakamkan besok semua anaknya sudah pada kumpul,” sambungnya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *