Diduga Kelelahan Ketua KPPS 18 Pasirwangi, Ujungberung Meninggal

Ketua KPPS 18 Kelurahan Pasirwangi, Kecamattan Ujungberung, Jajang Safaat gugur dalam mejalankan tugas pada Pemilu 2024. Foto/Istimewa

BANDUNG, BANDUNGSATU.COM – Ketua KPPS 18 Kelurahan Pasirwangi, Kecamatan Ujungberung, Jajang Safaat gugur dalam menjalankan tugas pada Pemilu 2024.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Anhar Hadian, Jajang masuk dalam kualifikasi skrining kesehatan menjadi anggota KPPS.

“Sebenarnya almarhum ini skrining awal itu bagus. Mulai dari tensi, gula darah, hingga tidak ada faktor risiko kalau dlihat dari kondisi badan,” Kata Anhar, Sabtu (17/02).

Aanhar mengakui, petugas pemilu kurang istirahat yang cukup bahkan asupan makanan pun terlambat.

“Tidak tidur itu kelelahan yang berat. Apalagi pagi-pagi itu pukul 05.30 WIB sudah persiapan untuk dibuka TPS pukul 07.00 WIB, sehingga makan itu bisa siang pas waktu istirahat, ” katanya.

Sementara itu, Juju, adik Jajang menyampaikan, almarhum sebelum pelaksaan pencoblosan, yaitu pada H-1 sudah terlihat lelah, namun tidak pernah dirasa oleh almarhum karena harus menjalankan tugas pada 14 Februari lalu.

“Itu kurang istirahat. Hari Selasa juga tidak enak badan, tapi tidak dirasa,” ungkapnya.

Jajang Safaat meninggalkan seorang istri Siti dan kedua buah hatinya Sandi Wijaya (24) dan Gunawan Sanjaya (14).

Sementara itu saat bertakziah ke rumah duka pada Sabtu (17/02) Pj Walikota Bandung, Bambang Tirtoyuliono mengatakan, ia turut berduka dan menyampaikan bahwa Jajang Safaat adalah pahlawan demokrasi, karena meninggal saat penyelenggaraan pemilu, peristiwa politik yang sangat penting bagi demokrasi dan kepemimpinan bangsa.

“Saya bersama jajaran Pemkot Bandung melaksanakan takziah ke rumah Ketua KPPS. Kita semua mendoakan semoga almarhum husunul khatimah ketika menjalankan tugas negara di republik ini,” kKami kehilangan salah satu warga terbaik Kota Bandung. Jasa almarhum Jajang Safaat kepada demokrasi kita sangat besar,” tegasnya.

Bambang mengungkapkan, Jajang tidak merasakan sakit apapun di saat menjalankan tugasnya.

“Jadi sebetulnya tidak ada sakit apapun. Barangkali kelelahan,” ungkapnya.

Ia memastikan Pemkot Bandung bertanggungjawab terkait biaya pelayanan kesehatan kepada Jajang.

“Pemkot Bandung turut bertanggung jawab salah satunya biaya selama beliau masuk rumah sakit melalui UHC,” ungkapnya.

Sejumlah warga mengatakan Jajang meninggalkan kenangan di lingkungannya, karena merupakan salah satu sesepuh dan telah menjadi RT lebih dari 5 tahun. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *