Tak Punya Kelenteng, Warga Tionghoa Cimahi Beribadah di Rumah Saat Imlek

Illutasi pernak-pernik Imlek/Foto/Istimewa

CIMAHI, BANDUNGSATU.COM – Sejak malam Tahun Baru, sampai jatuh hari pertama Tahun Baru, umumnya warga Tionghoa beribadah di Kelenteng. Sayangnya warga Tionghoa di Cimahi hanya bisa beribadah di rumah, karena sejauh ini tidak ada Kelenteng di Kota Cimahi.

Kendati demikian, hal itu tidak berlaku bagi etnis Tionghoa yang berada di Kota Cimahi lantaran tidak adanya kelenteng yang menjadi pusat peribadatan mereka. Kalu pun mau ke Kelenteng, mereka harus pergi ke Kota Bandung atau Kab.Bandung Barat

Chan Juan Fifi (53), warga etnis Tionghoa yang tinggal di kawasan Jalan Pacinan, Kota Cimahi, mengaku sudah jarang merayakan Imlek. Ia mengatakan, momen Tahun Baru Tionghoa itu hanya dirayakan saat kedua orang tuanya masih ada.

“Kalau orang tua kita dulu masih sering merayakan Imlek dengan kumpul bersama. Tapi, setelah tiada kita sudah jarang merayakan Imlek,” kata Fifi, Kamis (08/02).

Fifi mengatakan, modernisasi di Kota Cimahi menjadi satu alasan yang membuat warga Tionghoa di Kota Hijau ini tidak melestarikan budayanya saat Imlek dating.

“Tradisi dalam Imlek udah jarang karena beda zaman sih. Paling kalau Imlek cuma kumpul keluarga aja,” ucap penjual toko perabotan ini.

Senada dengan Fifi, Halim Handjojo (46), pemilik toko mebeul di Pasar Atas ini mengakui sudah jarang melaksanakan tradisi Imlek yang kerap dilakukan orang tuanya.

“Dulu orang tua kita suka pasang hio di depan rumah atau toko. Tapi, semenjak mereka sudah tidak ada jadi kita fokus ke usaha,” ucap Halim.

Halim menuturkan, ketiadaan tempat ibadah bagi umat Konghucu di Kota Cimahi, menjadi salah satu faktor yang membuat warga Tionghoa lebih memilih beribadah di rumah masing-masing.

“Kalau kita beribadah di rumah masing-masing, soalnya di Cimahi gak ada klenteng. Ada juga harus ke KBB atau Kota Bandung,” jelasnya.

Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Kebudayaan Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga (Disbudparpora) Cimahi, mengakui memang Kota Cimahi belum memiliki Kelenteng. Hal itu disampaikan Kasi Budaya Disbudparpora Cimahi, Asep Hendrayana.

Asep tak menampik Tidak adanya Kelenteng membuat kegiatan seni maupun budaya perayaan Imlek jarang diadakan baik di tingkat kota maupun di kalangan etnis Tionghoa yang bermukim di kawasan Jalan Pacinan dan Jalan Gandawijaya.

“Karena mereka kalau pun misalkan mau beribadah di Cimahi tidak ada Kelenteng. Alhasil, mereka keluar Cimahi seperti KBB atau ke Bandung,” kata Asep. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *