BANDUNG BARAT, BANDUNGSATU.COM – Sebanyak 317.019 dari jumlah total 1.317.866 pemilih di Kab.Bandung Barat, tercatat sebagai pemilih pemula dari Generasi Z (Gen Z). Jumlah tersebut telah tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang akan menyalurkan suaranya pada Pemilu Serentak 14 Februari mendatang.
Namun, Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, KPU KBB Deni Firman Rosadi menyatakan, mereka masih kebingungan soal tata cara memilih pada Pemilu tersebut.
Hal tersebut dikemukakan Deni pada saat memberikan materi sosialisasi pendidikan kepada pemilih pemula di SMA dan SMK Fithrah Insani, Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah, KBB, Kamis (08/02).
“Melihat tingginya partisipasi Pemilu 2024 dari Gen Z ini harus kita gaet untuk kemudian diberikan edukasi kepemiluan melalui sosialisasi pendidikan bagi pemilih pemula,” kata Deni.
Pada Acara yang dihadiri 350 siswa-siswi yang tergabung dalam Forum Osis Bandung Barat (FOBB) tersebut, KPU KBB menjelaskan segala hal yang ditanyakan para Gen Z, soal Pemilu dan tata cara memilih.
“Mereka ini kritis dalam menyampaikan beragam pertanyaan seputar kepemiluan. Hal ini menjadi bukti betapa cerdas dan antusias untuk berpartisipasi dalam Pemilu 2024,” ungkapnya.
Sejumlah pertanyaan dari cara mencoblos, persoalan pelanggaran Pemilu dan peraturan Pemilu lainnya banyak ditanyakan mereka yang hadir di acara tersebut.
“Dari tata cara pencoblosan hingga berbagai persoalan pelanggaran mereka tanyakan. Hal ini menjadi bukti betapa mereka sangat cerdas dan kritis menangkap berbagai hal terkait kepemiluan di lingkungannya. Modal kecerdasan mereka harus dibentengi dengan nilai-nilai luhur kejujuran dan mentalitas yang kuat agar mampu membawa bangsa ini ke era keemasan,” kata Deni.
Deni pun pada kesempatan tersebut berpesan kepada para peserta agar berpartisipasi dalam Pemilu 2024 dan tidak perlu bingung dalam menentukan pilihan. Sebab, mereka bisa mencari, menganalisa dan mempertimbangkan peserta pemilu yang dirasa layak untuk memimpin bangsa selama lima tahun ke depan.
“Mereka ini siswa-siswi terbaik yang bisa dengan bijak menentukan pilihan meski baru pertama kali berpartisipasi dalam Pemilu 2024. Jadi, gak perlu ragu manfaatkan berbagai media informasi yang ada di KPU untuk mencari sosok yang laik untuk dipilih,” imbuh Deni.
Sementara itu salah satu peserta, Rifki Abdillah (17) mengatakan setelah menghadiri sosialisasi ini ia paham apa yang harus dilakukan dalam menyalurkan hak pilihnya pada Pemilu nanti.
“Tadinya gak tahu kalau ada 5 surat suara. Sekarang sudah tahu masing-masih surat suara untuk apa saja,” kata Rifki.
Ia juga mengatakan, setelah mendengar paparan dari KPU KBB pasti akan ke TPS pada 14 Februari nanti.
“Sekarang mah jadi pede aja buat milih dan pasti mulai cari tahu soal para calon biar nanti pas di TPS sudah punya pilihan yang mantap,” imbuh Rifki. (*)






