CIMAHI, BANDUNGSATU.COM – Pemkot Cimahi memberi perhatian besar pada wilayah rawan bencana, demi suksesnya penyelenggaraan Pemilu 2024. Pemerintah sudah memitigasi sejumlah TPS rawan bencana banjir yang tersebar di Melong Cimahi Selatan, Cipageran Kecamatan Cimahi Utara, serta di Kecamatan Cimahi Tengah yang berdekatan dengan pertemuan sungai atau drainase.
“Seperti biasa, hampir semua wilayah (rawan). Tapi dari sisi intensitas, yang paling sering banjir terjadi di wilayah Melong Cimahi Selatan dan Cipageran Cimahi Utara, serta wilayah-wilayah yang berdekatan dengan pertemuan sungai atau drainase. Jadi hasil pemetaan, TPS di wilayah itu harus waspada,” kata Pj Wali Kota Cimahi Dicky Saromi, Sabtu (03/02).
Dicky mengatakan pihaknya akan menyiagakan petugas BPBD serta aparat kewilayahan untuk bertindak cepat apabila banjir menerjang TPS yang berada di titi rawan bencana. Bahkan, kata Dicky, para petugas telah dibekali pelatihan dan simulasi evakuasi kotak suara tatkala bencana banjir melanda.
“Kita musim hujan, kita sudah lakukan simulasi mitigasi bencana. Sekarang masih siaga hidrometeorologi sampai Mei 2024. Semua petugas siap, bilama ada kejadian, petugas kita siap mengevakuasi dan mengamankan kota suara baik sebelum ataupun sesudah pencoblosan,” jelasnya.
11 hari jelang pencoblosan Pemilu Serentak di Kota Cimahi, kata Dicky, seluruh kesiapan telah dipenuhi. Kekurangan yang ada hanya sol teknis yang menurutnya bisa segera dilengkapi. Dicky yakin Pesta Demokrasi di Cimahi berjalan lancar dan kondusif.
“Kalau saya lihat semua sudah siap. Dari sisi penyelenggara, dukungan dana, logistik dan kesiapan tindakan di TPS rawan banjir. Semua sudah dipetakan dan saya cek langsung kesiapannya. Tinggal beberapa evaluasi misalnya dari hasil simulasi pencoblosan. Kalau masih ada yang kurang, tinggal diperbaiki,”
Dicky juga mengatakan, KPU Cimahi telah mewanti-wanti kepada para petugas PPK dan KPPS agar menyiapkan sejumlah skema penaggulangan bencana. Para petugas telah diinstruksikan sejak dini untuk mengkaji lokasi pembuatan TPS serta jalur evakuasi apabila sewaktu-waktu terjadi bencana.
“Kita sudah instruksikan agar para petugas benar-benar konsen soal potensi bencana. Mereka tak boleh sembarang memilih lokasi TPS. Terus apabila terlanjur banjir, mereka harus siap membuat skema pemindahan lokasi TPS,” pungkasnya. (*)






