BANDUNG BARAT, BANDUNGSATU.COM – Pemerintah Kab.Bandung Barat melakukan penataan UMKM di sekitar Alun-Alun Cililin. Dengan sudah diresmikannya Alun-Alun Cililin yang berjuluk “Little Madinah,” UMKM akan ditempatkan di basemen Alun-Alun tersebut. Terlebih selepas kebanjiran Kamis lalu (18/01), saat ini kondisi basemen diperabiki sehingga saat hujan tidak lagi tergenang air.
Penjabat (Pj) Bupati Bandung Barat, Arsan Latif pada Jumat (19/01) mengatakan, basement “Little Madinah” dinilai cocok untuk dijadikan tempat berdagang para pelaku UMKM di kawasan tersebut.
“Kalau UMKM tidak kita kasih tempat maka dia akan ada dimana-mana. Saya berpikir UMKM-nya di seberang terminal atau parkirnya yang di terminal,” katanya.
Disinggung soal mekanisme penempatan tersebut apakah harus menyewa atau difasilitasi oleh pemerintah, Arsan mengatakan pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Pemerintah Kecamatan Cililin sebagai pengelola Little Madinah.
“Nah soal sewa itu ada dasar hukumnya nah sekarang serahkan kepada pak camat kalo mau menetapkan sewa ada aturannya Permendagri Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Penggunaan Barang milik daerah mekanismenya ada,” jelasnya.
Soal besaran sewa sendiri, bila nantinya sudah ditentukan, maka pemasukannya bukan pada pihak pegelola, yaitu Kecamatan, melainkan biaya sewa tersebut akan masuk ke kas daerah, Pemkab Bandung Barat.
“Nanti saya menetapkan besaran sewa itu yang dipakai. Saya cuman bilang sewanya gak masuk ke kecamatan tapi sewanya masuk ke kas daerah. Nah sewa itu menjadi salah satu sumber pemeliharaan,” katanya.
Penempatan UMKM sendiri nantinya ditentukan dengan diundi agar lebih fair, sehingga penempatannya di posisi mana tidak akan dipertanyakan para pedagang yang menempati basemen Alun-Alun Cilin tersebut.
“Penempatannya bukan berdasarkan kenalan setelah kita patok kita diskusi semua UMKM. Lelang lotre saja itu jauh lebih adil supaya tidak kenapa di situ kenapa di sini,” katanya.
Sejumlah pengunjung yang ada di Alun-Alun Cililin, sangat setuju dengan penempatan para pedagang di basemen. Hal tersebut memungkinkan pengunjung lebih leluasa beraktifitas dan tentu tidak akan ‘berebut’ dengan areal parkir. Hal itu disampaikan Anton, pengunjung asal BBS, Cihampelas, KBB.
“Ya bagus. Parkir jadinya bisa lebih leluasa. Kalau sebekumnya kan harus berebut antara pedagang dan kendaraan yang parkir, karena belum tertata apik. Kalau pedagang sudah ke bawa semua, pasti lebih nyaman dan tertib,” kata Anton. (*)






