IPH Tinggi, Pj Bupati KBB Turun ke Pasar Laporkan Harga Tiga Komoditas Sudah Turun

Pj Bupati Bandung Barat, Arsan Latif mengecek langsung harga komoditas di Pasar Cililin, karena tiga harga komoditi yang menyebabkan pekan ke dua Januari IPH mencapai 0,34 persen sudah turun. Kamis (18/1). Foto/Istimewa

BANDUNG BARAT, BANDUNGSATU.COM – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat mengaku, tiga harga komoditi yang menyebabkan pekan ke dua Januari IPH mencapai 0,34 persen, sudah turun.

Hal itu disampaikan Pj Bupati Bandung Barat, Arsan Latif, Kamis (18/01). Pihaknya mengecek harga kamoditas tersebut di Pasar Cililin, selepas menghadiri Musrembang.

“Saya survei ke pasar saya menemukan harga biasanya lebih tinggi.  Daging sapi harga biasanya Rp. 130 ribu sekarang Rp 120 ribu dan harga ayam potong yang Rp.33 ribu saya tanya sekarang turun Rp. 32 ribu,” kata Arsan di sela-sela peninjauan Alun-Alun Cililin.

Ia menambahkan, hingga saat ini berdasarkan pengecekannya di pasaran langsung, harga beras, daging sapi dan daging ayam di pasaran telah mengalami penurunan.

“Tadi sengaja setelah shalat Subuh saya langsung mengecek ke beberapa tempat dan ketiga harga komoditi itu sudah turun dan standar,” katanya.

Arsan sendiri mengungkapkan selain ketiga komoditi tersebut, beberapa waktu lalu harga cabai sempat mengalami kenaikan yang berimbas pada naiknya IPH Bandung Barat, namun dapat diintervensi sehingga harga turun.

“Kalau kemarin cabai kita interferensi langsung. Saya akan bayar yang dijual dari harga biasanya,” jelas Arsan.

Arsan pun mengatakan soal penurunan harga ketiga komoditi tadi akan segera ia tindak lanjuti dengan melaporkan pada pihak terkait.

“Nah itu kira-kira, lagi menyuruh Disperindag KBB ini loh data ya. Jangan sampai kita sudah melakukan yang terbaik masih diinformasikan kurang nah itu,” pungkas Arsan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Indeks Perkembangan Harga (IPH) KBB mengalami kenaikan hingga menyentuh angka 0,34 persen pada periode minggu kedua Januari 2024.

Bandung Barat ada di posisi ke lima IPH paling tinggi di Pulau Jawa di bawah Pandeglang, Majalengka, Sampang dan Sleman. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *