CIMAHI, BANDUNGSATU.COM – Salah satu penumpang Commuter Line Bandung Raya (350), Andri, warga Kelurahan Padasuka Cimahi, menjadi penumpang yang selamat dalam kecelakaan KA yang melibatkan KA Lokal Bandung Raya Tersebut dengan KA Turangga.
”Satu menit sebelum tabrakan, saya duduk di gerbong depan. Lalu saya pindah ke belakang untuk ke toilet, satu menit kemudian terjadi,” kata Andri, Jumat malam (05/01).
Andri bercerita bahwa KA Lokal Bandung Raya yang berangkat dari Stasiun Cimahi pada pukul 04.35 WIB berjalan seperti biasa. Ia sendiri tidak punya firasat apa pun saat pagi-pagi buta itu menaiki KA Loka tersebut, karena sudah terbiasa menggunakan layanan KA tersebut sehubungan dengan aktifitas keseharianya yang harus bolak-balik Cimahi Cicalengka.
”Tuhan suruh pindah saya ke belakang, satu menit sebelum tabrakan terjadi,” ungkap Andri sambil tak henti mengucak rasa syukur bisa diselamatkan dari ’tragedi Cicalengka’ tersebut.
Ia bercerita, bahkan di kereta itu di gerbong ke satu persis di belakang lokomotif, ia sempat tidur karena perjalanan dari Stasiun Cimahi pukul 04.35 WIB dan baru sampai di Cicalengka pukul 06.02 WIB seperti yang tertera di Tiket Commuter Line.
”Saya 1.5 jam tidur di gerbong satu. Pas mau tabrakan satu menit saya ke toilet di gerbong empat, karena gerbong 3 terisi,” jelas Andri.
Ia juga mengatakan, KA 305 yang melaju kemarin tidak berhenti dulu di Stasiun Haurpugur. Menurut Andri KA Lokal Bandung Raya, biasanya akan berhenti terlebih dahulu di Stasiun Haurpugur selama lima menit. Namun tidak dengan kemarin.
”Biasanya mah berhenti dulu lima menit, ini mah lasung jalan, aneh,” tukas Andri.
Andri menuturkan saat ia sudah pindah di gerbong empat itulah tabrakan antara KA Lokal Bandung Raya dengan KA Turangga yang akan menuju Bandung, terjadi. Ia mendengar suara berderak dan goncongan di gerbong empat. Sadar ada sesuatu yang terjadi penumpang pun berhamburan.
Dari video selepas kecelakaan yang Andri kirim, nampak gerbong 1 terlempar ke luar rel, sementara gerbong ke dua terguling. Andri yang masih agak syok sempat juga merekam kondisi petugas KA bertopi berseragam putih biru dengan pangkat setrip 2 di pundak, terpincang-pincang menahan sakit sambil ia bekomunikasi dengan telfon selulernya.
Tidak lama berselang para petugas datang. Para penumpang yang mengalami luka, antri dijemput paramedis dengan ambulan untuk dibawa ke rumah sakit, sementara penumpang yang selamat tanpa luka, pulang ke tujuannya masing-masing.
”Pulang masing-masing kecuali yang parah, diam di tempat untuk dijemput ambulance,” jelas Andri.
Ia pun menuju stasiun Cicalengka bersama beberapa penumpang selamat lainnya karena jarak lokasi kejadian ke Stasiun Cicalengka sudah dekat. (*)






