Diduga Lapuk dan Landasan Tanahnya Rapuh, Sebuah Pohon Timpa Mobil yang Melintas di Citatah

Satu unit kendaraan jenis mini bis tertimpa pohon yang berada di ruas Jalan Raya Citatah Cipatat setelah hujan mengguyur wilayah Cipatat dan menyebabkan terjadi kemacetan panjang. Foto/Istimewa

BANDUNG BARAT, BANDUNGSATU.COM – Sebuah pohon besar menimpa kendaraan jenis mini bis, saat sejumlah petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bandung Barat dibantu relawan bencana, sedang membersihkan Jalan Raya Cipatat, Desa Citatah, Kecamatan Cipatat dari limpasan air hujan yang membawa gerusan tanah sehingga menyebabkan jalan menjadi licin, Kamis sore (04/01), sekitar pukul 15.30 WIB.

Relawan bencana yang berada di Citatah memang secara rutin seringkali membersihkan areal Jalan  Raya Cipatat, sekitar daerah Citatah, karena aliran air dari wilayah perbukitan dan perkampungan di dataran tinggi sering membawa tanah merah yang berimbas pada licinnya jalan saat air yang membawa tanah itu melimpas ke jalan raya.

“Kalau hujan besar itu air dari sana itu langsung ke jalan, dan bawa material tanah merah. Itu jadi penyebab lakalantas, terutama kendaraan roda dua sering jatuh,” kata Ketua Desa Tangguh Bencana (Destana) Citatah , Dado  saat memberikan keterangan kepada pewarta di lokasi.

Di tengah-tengah kegiatan bersih-bersih yang dimulai sejak pukul 14.00 WIB saat hujan turun itu, para petugas mendengar suara seperti motor jatuh, setelah dilihat ke lokasi, ternyata kendaraan Daihatsu jenis mini bis bernopol F 1781 ZL, tertimpa pohon.

“Kebetulan jalan macet, tiba-tiba ada suara dong-dong-dong, kami kira motor jatuh. Ternyata pohon tumbang mengenai satu kendaraan roda empat,” imbuh Dado

Dado menambahkan pengemudi kendaraan selamat pada peristiwa tersebut. Sementara imbas kejadian Jalan Raya Cipatat di Desa Citatah, mengalami kepadatan.

Dan segera setelah terjadi kecelakaan, masyarakat dan pokja Destana dan relawan bencana lainnya ikut membantu memindah pohon yang menimpa kendaraan.

”Ya alhamdulillah ada masyarakat, ada USB Unit Siaga Bencana 17, jadi langsung bisa ditangani,” kata Dado.

Dado sendiri mengatakan rubuhnya pohon tersebut sekitar pukul 15.30. Secara kebetulan selain masyarakat dan relawan Destana Citatah, anggota Brimob yang sedang melintas di lokasi juga ikut membantu.

”Spontan Brimob membantu kita, karena sedang melintas. Jadi gercep mereka membantu. Kejadiannya sekitar jam setengah empat saat Ashar,” jelas Dado,

Dado sendiri menduga jatuhnya pohon diperkirakan karena sudah tua. Selain itu kontur tanah yang gembur menjadi faktor lain tumbangnya pohon.

”Paling ini pohonya udah tua. Keliatan item-item. Yang kedua kontur tanahnya, karena tanah merah kan ngeprul kalau kena hujan terus. Apalagi tumbuh di tebing, sehingga di bawahnya tidak ada penaha,” ungkap Dado.

Imbas peristiwa tersebut, kata Dado, kepadatan terjadi sekitar satu jam setengah.

Dado pun meminta warga yang melintas Jalan Raya Cipatat di Desa Citatah tetap berhati-hati dan waspada karena daerahnya cukup rawan kecelakaan saat hujan imbas luapan air yang melimpas ikut membawa material tanah merah dan batu kerikil yang bisa membahayakan warga saat berkendara. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *