BANDUNG BARAT, BANDUNGSATU.COM – Pj Bupati Bandung Barat Arsan Latif. akan terus memberi perhatian pada kasus stunting. Meski diakuinya selama tahun 2023 kasus stunting di Bandung Barat terus menurun, namun ia mengatakan, stunting tetap menjadi fokus penanganan Pemda Bandung Barat.
”Alhamdulillah sudah tercapai, tapi kita bergerak terus ini. Paling tidak kita targetnya semakin menurun pada tahun 2024,” kata Arsan.
”Penurunannya kita akan optimalkan, bayi kan nambah terus dan balita dari nol sampai lima tahun juga harus tetap diperhatikan,” imbuh Arsan.
Ia juga mengatakan bahwa peranan masyarakat sangat dibutuhkan oleh karenanya masyarakat harus tetap mengikuti arahan dari tim kesehatan yang difokuskan pada penanganan stunting. Puskemas, kata Arsan, menjadi ujung tombak tim penanganan stunting yang effortnya saat ini sudah sangat baik.
”Puskesmas sudah sangat baik. Mereka bahkan memperhatikan kondisi kesehatan dan nutrisi para ibu hamil. Banyak para bumil yang diberi asupan tambahan agar bayi yang dilahirkan nanti terhindar dari stunting,” jelas Pj Bupati KBB, Arsan Latif.
Ditanya soal penyebaran Covid-19 di KBB, Arsan meminta masyarakat untuk menjaga kondisi kesehatan. Ia sendiri menunggu arahan Pemerintah Pusat atas setiap perkembangan meningkatnya kasus Covid-19 saat ini.
”Kita masih menunggu arahan Pemerintah Pusat. Masyarakat yang terpenting adalah menjaga kesehatan dan menerapkan protokol kesehatan. Pokoknya menjaga kondisi kesehatan. Banyak juga berjemur,” tukas Arsan, ketika diwawancara oleh awak media selesai mengimkuti acara Hari Kesehatan Nasional tahun 2023 di Eks Giant Kota Baru Parahiyangan, Padalarang, Kamis (28/12).
Arsan sendiri mengatakan bahwa kesehatan sebagai pelayanan dasar menjadi target utama di KBB. Ia menyebut apapun yang berkaitan dengan kesehatan harus diperhatikan sebagai fokus pelayanan pada masyarakat.
”Semua penyakit potensi, tuberkolusis, DBD, apapun itu menjadi prioritas. Saya selalu tekankan masalah kesehatan tidak berhenti dengan alokasi anggaran yang ada. Dia harus didanai dari APBD walaupun tidak ada alokasinya untuk kesehatan. Ini pelayanan dasar yang harus saya ambil langkah strategis, karena itu amanat undang-undang,” pungkas Arsan. (*)






