3 Bayi Harimau Benggala Lahir dengan Sempurna di LPZ, BBKSDA Berikan Apresiasi

Kepala BBKSDA (Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam) Jabar, Irawan Asaad, Ph.D meninjau langsung 3 bayi harimau Benggala yang lahir dengan sempurna di Objek Wisata Satwa, Lembang Park and Zoo Cihideung Kecamatan Lembang, Jumat (24/11). Foto/BANDUNGSATU.COM

BANDUNG BARAT, BANDUNGSATU.COM – Lembang Park and Zoo (LPZ) kedatangan keluarga baru, dengan kelahiran harimau Benggala pada Oktober lalu. Bayi harimau Benggala yang terlahir tersebut ada tiga ekor, dua jantan dan satu betina. Kelahiran ketiganya tidak hanya disambut gembira oleh keluarga besar LPZ, namun juga diapresiasi Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, Irawan Asaad, Ph.D.

“Ini harimau Benggala. Ini asalnya bukan dari Indonesia, tapi dari luar. Teman-teman Lembang Zoo berhasil mengembangbiakannya,” kata Irawan, saat melakukan pemantauan sebulan setelah kelahiran harimau tersebut, Jumat (24/11).

Irawan mengatakan, sebagai hewan yang dilindungi harimau Benggala di LPZ bisa jadi sarana untuk edukasi. Terlebih satwa liar satu ini pemeliharaannya cukup sulit, namun LPZ ternyata mampu memelihara dengan baik.

Ia juga mengatakan bahwa LPZ termasuk yang ia apresiasi pemeliharaan hewan-hewannya. Namun demikian BKSDA tetap melakukan pemantauan yang sangat ketat.

“Kami melakukan pemantauan sesuai aturan, sangat ketat. Teman-teman di Lembang Zoo ini juga rajin melakukan pelaporan. Ada kelahiran, ada kematian, mereka laporkan secara berkala. Mereka punya catatan lengkap yang dilaporkan pada kami. Mereka sebut log book,” jelas Irawan.

Ia melihat sebulan setelah kelahiran, bayi harimau Benggala yang dinamai Akim, Aden dan Anara tersebut cukup sehat. Perlakuan pemeliharaan pun sangat ketat sesuai dengan SOP. Hanya mereka yang tersertifikasi dalam pemeliharaan hewan yang bisa merawat bayi-bayi harimau itu.

“Satu Bulan ya. Satu Bulan 4 kilogram itu sangat luar biasa perkembangannya. Teman-teman di sini menerapkan protokol yang sangat ketat. Selain keeper, gak boleh pegang bayi harimau itu,” kata Irawan.

Irawan juga mengatakan penamaan nama tiga harimau itu diambil dari tempat mereka dilahirkan. Karena mereka lahir di tanah Sunda, oleh karenanya diambil lah nama-nama yang berbau Sunda.

“Kami berikan nama Aden karena Aden mencirikan nama laki-laki asal Sunda. Mudah-mudahan nanti bisa jadi icon-nya Lembang Park and Zoo,” jelas Irawan.

“Ini tempat belajar yang baik yah, semoga apa yang dilakukan Lembang Park and Zoo ini bisa kita replikasi di tempat lain sehingga menjadi contoh keberhasilan pemeliharaan hewan langkah ini,” imbuh Irawan.

Sementara itu, ditemui di tempat yang sama, General Manager LPZ, Iwan Susanto mengatakan bahwa ke tiga bayi harimau Benggala itu terlahir dari Indukan bernama Cantik dan Elvis. Terlahir di 26 Oktober, nama Aden diberikan oleh Kepala BKSDA Jabar Irawan Asaad. Akim diberikan namanya oleh Irfan Hakim dan Anara diberikan namanya oleh Raffi Ahmad.

“Harimaunya lahir secara alami. Setelah melihat tanda-tanda kehamilan, kami beri Jerami agar tempat melahirkannya nyaman. Tanggal 26 pagi lahir Aden dulu, kemudian disusul Akim dan yang terakhir Anara,” jelas Iwan.

Ia juga mengatakan perawatan dilakukan secara ketat. Dokter hewan yang masuk merawat bayi harimau Benggala, para perawat dan keeper, harus steril.

“Dokter hewan, perawat dan keeper yang masuk harus steril. Bersih segala macamnya, bahkan disinfektanan segala macem,” jelas Iwan.

Ia pun mengatakan selai proses persalinan yang alami, di LPZ proses perkawinan antara harimau Benggala betina dan jantannya dilakukan secara alami pula. Tidak seperti sejumlah Binatang lain yang sering dikawinkan dengan perantara yang Iwan sebut sebagai joki. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *