BANDUNG BARAT, BANDUNGSATU.COM – Meski hujan sudah turun di sejumlah wilayah Bandung Barat, sampai saat ini masih ada titik-titik yang resapan airnya belum mampu memenuhi kebutuhan air dari sumur-sumur yang biasa warga gunakan.
Seperti di Cibodas, Lembang, sumber air yang biasa warga gunakan, sampai saat ini masih belum mampu menampung air dari resapan hujan yang sudah beberapa kali turun di wilayah tersebut.
Melihat hal itu, Gerakan Masyarakat Peduli Lingkungan (GMPL) dan Relawan Hengki Kurniawan, turut membantu menyediakn air melalui bantuan air bersih yang didistribusikan sejak Senin (13/11) sampai hari ini, Kamis (16/11).
Ketua Gerakan Masyarakat Peduli Lingkungan (GMPL), Dodi Dermawan mengatakan imbas kemarau, sejumlah sumber mata air yang ada di beberapa RW di Cibodas, diketahui debitnya berkurang dan satu sumber lainnya tidak cukup memenuhi kebutuhan warga karena harus berbagai untuk pengairan sawah dan ladang milik para petani.
“Jadi di Desa Cibodas itu ada beberapa RW yang kekeringan karena dari sumber mata airnya itu berkurang debitnya dan ada salah satu sumber air yang harus giliran dengan para petani. Imbasnya ke warga masyarakat jadi kurang,” kata Dodi saat ditemui Kamis (16/11).
Dodi menjelaskan ke lima sumber mata air yang biasa digunakan warga, tidak bisa memenuhi kebutuhan warga. Jangankan untuk minum, untuk sekedar mencuci dan membersihkan diri sendiri pun, Dodi akui sampai saat ini masih sulit.
“Pak Hengki yang melihat ramainya kondisi di Cibodas ini, berkolaborasi dengan Gerakan Masyarakat Peduli Lingkungan, GMPL tergerak untuk membantu. Pak Hengki kemudian menurunkan sejumlah mobil operasional. Mendrop sejumlah toren, selang, juga pipa untuk disalurkan ke warga,” jelas Dodi.
Dodi juga mengatakan bahwa air diambil dari sumber air utama yang sangat bagus debita airnya dan juga sumur bor untuk kemudian disalurkan ke warga melalui toren yang sudah dipasang.
“Air yang sudah dimasukan ke toren, disalurkan ke warga yang membutuhkan. Alhamdulillah penyaluran ini sangat membantu dan memenuhi pasokan air yang warga butuhkan,” papar Dodi.
“Kegiatan ini sudah dilakukan sejak senin dan rencananya akan terus disalurkan bantuan airnya sampai seminggu ke depan. Selama sepuluh hari kamia akan bagi rata bantuannya kepada orang-orang yang membutuhkan. Kuotanya tidak terbatas dan gratis,” imbuh Dodi.
Warga yang ditemui di lokasi merasa senang dan berharap bantuan ini bisa terus diberikan selama sumber air di daerah mereka belum bertambah debitnya.
“Terima kasih pa Hengki, bantuan ini sangat membantu dan semoga bisa terus berlanjut sampai debit di sumber air yang ada pada kami bertambah,” kata Imas mewakili sejumlah warga yang sedang mendapat bantuan pada Kamis (16/11).(*)






