Puluhan Pensiunan Pemda KBB Tagih Uang Kadeudeuh

Kantor Bupati Bandung Barat, di Jalan Raya Padalarang - Cisarua KM 2,5 Mekarsari Ngamprah. Foto/Istimewa

BANDUNG BARAT, BANDUNGSATU.COM – Puluhan pensiunan di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat mempertanyakan uang kadeuedeuh yang biasa diterima ketika pasca pensiun. Uang itu, kata mereka, biasanya diberikan ketika para ASN menerima Surat Keputusan (SK) Pensiun,

Mereka mengatakan, besar uang ‘kadeudeuh’ yang biasa diterima adalah Rp. 5 juta per orang. Namun, sampai saat ini, para pensiunan banyak yang beulm menerima uang ‘kadeudeuh’ tersebut, bahkan jika dihitung menunggu hampir sudah 2 sampai 3 tahun tidak mendapatkan uang tersebut.

Para pensiunan pun saat ini berharap agar bagian yang membawahi Korpri, bisa membayarkan uang tersebut, seperti dituturkan Jaja, ASN pensiunan dari Dinas Pertanian KBB.

“Saya mengharapkan uang kadeudeuh tersebut, karena sangat dibutuhkan sekali. Banyak kebutuhan sehari-hari pak, kalau mengandalkan pensiun saat ini, tidak cukup. Oleh karena itu Bagian Kopri KBB, mohon bisa membayarkannya,” ungkap Jaja.

Sementara itu, A Wahya pensiunan ASN KBB, yang pernah menduduki jabatan Sekretaris Dinas yang sedang sakit, terkena kanker. Wahya mengatakan ia benar-benar membutuhkan uang kadeudeuh yang selalu diberikan saat pensiun dari ASN di lingkungan Pemda KBB tersebut.

“Seharusnya pihak bagian Korpri KBB, yang membidangi para pensiunan ASN Pemda KBB, harus bisa melindungi dan membantu kepada para pensiunan ASN, yang saat ini kesusahan dan membutuhkan bantuan dana untuk berobat ke rumah sakit untuk biaya penyembuhan penyakit,” kata Wahya.

Sementara itu, menurut Pepen Sopandi, saat menjadi ASN dan menjadi anggota Korpri, tiap bulan gajinya dipotong sebagai iuran Korpri, karena ada perjanjian bahwa setelah pensiun akan diberi uang ‘kadeudeuh,’ tersebut.

“ Ya, waktu jadi anggota Korpri, tiap bulan dipotong gajinya, karena ada perjanjian para pensiunan mendapatkan uang kadeudeuh. Padahal saya pensiunnya sudah 2 tahun, tidak sesuai dengan itu. Saya mempertanyakan kepada pengurus sampai saat ini tidak ada realisasinya,” jelas Pepen.

Ia lebih prihatin karena ada temannya, mantan Sekdis minta bantuan kepada Korpri KBB. Oleh karenanya ia berharap agar bantuan bagi para pensiunan di lingkungan Pemda KBB itu direalisasikan dalam bentuk pencairan uang ‘kadedeuh,’ tersebut.

“Karena itu hak para pensiunan. Iuran korpri itu dipotong dari gajih tiap bulan. Dan seharusnya janji dari Korpri akan di kembalikan. Tapi sampai saya pensiun belum juga diberikan,” pungkas Pepen.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *