BANDUNG, BANDUNGSATU.COM – Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Pasar Gedebage Kota Bandung menjadi sorotan Sekretaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna, karena sampahnya yang sudah menumpuk di lokasi,
Dengan masih berada pada Masa Darurat Sampah Kota Bandung, yang diperpanjang sampai 29 Oktober mendatang, Ema meminta aparat kecamatan dan Perumda Pasar Juara segera berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk melakukan penanganan sampah di kawasan tersebut. Selain itu, Ema mendorong semua pihak berkomitmen dalam penanganan sampah.
Hal itu disampaikannya saat meninjau sejumlah wilayah Kota Bandung, Jumat (20/10).
“Kalau ini dibiarkan, apa kota ini mau jadi lautan sampah? Tentu saja tidak. Jadi saya minta ini Pak Camat segera berkoordinasi dengan Perumda Pasar dan DLH Kota Bandung,” tukas Ema.
Untuk mengurangi tonase sampah yang dibuang ke TPA, Sejak dari rumah Sekda Kota Bandung ini, meminta agar masyarakat sudah memilah sampah menjadi unorganik dan sampah organik. Ema meminta agar dua jenis ampah tersbut ditangani sendiri di hulu, oleh setiap rumah tangga, sementara yang dibuang ke TPS adalah sampah residu.
Sementara itu sampai saat ini, dari sebanyak 135 Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS), terdapat 38 TPS yang masih melebihi kapasitas atau overload. Oleh karenanya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung meminta warga bisa mengelola sampahnya secara mandiri.
“Dari 135 TPS, masih ada 38 TPS yang overload. Kita genjot penyelesaiannya. Utamanya, penyelesaian masalah sampah di hulu melalui edukasi,” kata Ema.
Ema mengatakan, Pemkot Bandung memang terus berupaya mengedukasi masyarakat untuk menangani sampah dari sumbernya. Ada beragam cara yang bisa dilakukan warga agar sampah yang dibuang ke TPS semakin sedikit.
“Kita memang harus mengubah perilaku. Di rumah bisa menyediakan Loseda (Lodong Sesa Dapur) bisa memilah sampah organik. Bahkan kalau bikin sendiri di rumah lebih murah, sehingga mereka mulai selesaikan sampah sendiri,” tuturnya.
Namun demikian, Ema mengakui, bukan hal yang mudah untu mengubah perilaku. Oleh karenanya, Pemkot Bandung akan terus mengedukasi warga agar perilaku pengelolaan sampah bisa berubah.
“Masyarakat belum maksimal. Mereka masih Pragmatis, tidak bisa buang ke TPS, padahal TPS itu hanya boleh untuk sampah residu. Organik anorganik harus diselesaikan masing-masing,” tegas Ema. (MIM)






