Reses Aep Nurdin, di Tengah Tahun Politik Warga Jabar Banyak Keluhkan Situasi Ekonomi yang Runyam

Anggota Komisi III DPRD Jawa Barat, Aep Nurdin ketika mengadakan Reses dengan masyarakat Kecamatan Saguling, Padalarang dan Batujajar di Resto Sancang Parahiyangan, Kampung Cikebluk, Desa Cikande, Kecamatan Saguling. Selasa (17/10). Foto/BANDUNGSATU.COM

BANDUNG BARAT, BANDUNGSATU.COM – Anggota Komisi III DPRD Jawa Barat Aep Nurdin mengelar reses di Sancang Parahiyangan, Cikande Kecamatan Saguling, Selasa (17/10).

Dalam reses tersebut Aep mengingatkan bahwa tahun 2024 mendatang adalah tahun politik. Ada pemilu yang akan diselenggarakan pada tahun tersebut. Yang pertama adalah Pilpres pada 14 Februari dan juga ada Pilkada pada September atau November.

“Jadi kita harus sudah terbiasa, tidak boleh baperan. Jadi dengan dipilih langsung itu harus menjadi kesadaran hal yang terbiasa. Jangan jadi penghalang,” kata Aep seraya mencontohkan bahwa dari pemilihan bupati sampai Presiden saat ini sudah diundangkan untuk dipilih langsung. Hal ini menjadi budaya demokrasi baru yang harus dijalani.

Ia bahkan mencontohkan bahwa saat ini pun mulai pemilihan RT, RW dan Kades sudah lumarah dipilih langsung. Sehingga masyarakat harus dewasa dalam berpolitik dan menerima perbedaan sebagai hal yang biasa.

Di tengah tahun poitik yang sudah mulai terasa saat ini, kata Aep situasi ekonomi jangan pula dilupakan. Saat ini di tengah masyarakat kemampuan daya beli cukup menurun imbas inflasi yang menaik di Jawa Barat.

“Di tengah situasi inflasi, kebutuhan pokok menjadi perhatian Pemerintah Provinsi. Karena banyak keluhan saat ini terkait dengan kondisi perekonomian dimana terjadi perlambat. Di bawah terasa sekali begitu berat ekonomi masyarakatnya,” jelas Aep.

“Di tengah situasi tahun politik jangan sampai masyarakat tidak terperhatikan,” imbuh Aep.

Anggota Komisi III DPRD Jabar yang membidangi keuangan dan pendapatan tersebut juga mengatakan, bahwa dalam reses banyak juga dikeluahkan soal judi online, pinjaman online dan bank emok, yang menurut Aep harus segera dicari solusinya.

“Karena situasi sedang berat di bidang ekonomi, ya masyarakat bingung mencari alternatif. Ini harus menjadi perhatian Pemerintah Provinsi,” tegas Aep.

Soal judi online ini dikeluhkan juga oleh seorang warga bernama Kusnadi, warga Saguling. Kusnadi menyatakan tidak sedikit teman di circlenya yang terjerat, padahal ia pernah mendengar uang triliunan dari judi online itu justru mengalir ke luar negeri.

“Uang yang nyangkut di slot itu sampai 150 triliun. Bahkan lebih. Dan itu nyangkutnya di website luar negeri. Mungkin itu bisa jadi perhatian buat kita, uang sebesar itu padahal di kita bisa jadi cengek, jadi bawang, bisa jadi beras sebetulnya buat kita,” kata Kusnadi.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *