Tingginya Harga Beras dikeluhkan Masyarakat, Pj Bupati KBB Instruksikan Disperindag Koordinasi dengan Bulog

PJ Bupati Bandung Barat, Arsan Latif ketika dimintai tanggapannya tentang tingginya harga beras di wilayah KBB oleh awak media selesai mengadakan kunjungan kerja ke Kantor Kecamatan Cikalong Wetan. Sabtu (14/10). Foto/BANDUNGSATU.COM

BANDUNG BARAT, BANDUNGSATU.COM – Harga beras di Bandung Barat, sebulan terakhir masih tinggi dan belum terlihat aka nada penurunan. Sejumlah warga mulai mengeluh dengan membumbungnya harga beras. Mereka berharap Pemerintah Daerah Bandung Barat untuk segera bergerak menstabilkan harga yang tinggi.

Para penjual beras eceran pun bingung, karena mereka sebenarnya kesulitan pula untuk menjual harga eceran beras karena hampir setiap hari berubah, terlebih stok beras kiriman distributor pun dibatasi, karena persediannya kian menipis.

Warga berharap agar Bulog sebagai penyedia cadangan pangan masyarakat, bisa pula turun tangan. Dengan campur tangan Bulog, maka cadangan beras akan lebih banyak tersedia, sehingga dapat menstabilkan harga.

Wiwin (57) warga Desa Padalarang, Kabupaten Bandung Barat mengaku sudah tidak menemui lagi harga beras yang murah. Ia sangat khawatir dengan harga beras yang tak kunjung turun. Dirinya mencoba mencari beras yang harganya lebih miring, pasalnya harga beras medium di warung, sudah mencapai Rp14.000.

“Biasa beli 3-4 kilogram, di warung mahal. Jadi milih beras di pasar, bedanya seribu rupiah. Lumayan buat beli kebutuhan pokok lainnya,” kata Wiwin.

Wiwin pun berharap Pemda Bandung Barat segera tanggap dengan menggelar pasar murah, agar ia dan ibu rumah tangga lainnya bisa bernafas lega.

“Tahun lalu pernah ada pasar murah di Kecamatan Padalarang, dan harganya murah-murah. Mudah-mudahan bisa segera digelar pasar murah itu,” harapnya.

Warga Padalarang lainya, Hanania Kaysha mengatakan, kenaikan harga beras menjadi beban yang sangat berat, karena menyakut makanan pokok sehari-hari. Ia mengatakan, kenaikan harga beras Rp2000-2500 per kilogram tersebut dirasakan beberapa pekan terakhir, dan imbasnya pada pengeluaran sehari-hari sangat terasa.

“Harganya Rp13-15 ribu per kilo untuk beras yang biasa kami konsumsi. Biasanya di kisaran harga Rp11 ribu. Biasanya misalkan Rp50 ribu bisa beli empat kilogram lebih kalau sekarang terpaksa berkurang,” katanya, saat ditemui Sabtu (14/10)

Sementara itu, Pj Bupati Bandung Barat, Arsan Latif mengatakan, pihaknya telah menginstruksikan kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk segera berkoordinasi dengan BULOG untuk mengatasi tingginya harga bahan makanan pokok ini.

“Saya sudah perintahkan Disperindag berkoordinasi dengan Bulog untuk mendapatkan jatah 100 ton beras bulan ini dan dijual dengan harga di bawah sesuai dengan Bulog,” kata Arsan.

Arsan sendiri mengaku bahwa ketersediaan beras di Kabupaten Bandung Barat saat ini aman dan penambahan beras murah sebanyak 100 ton tersebut segera berproses.

“Beras aman. Disperindag sudah saya perintahkan untuk segera berkoordinasi dan satu dua hari ini segera berproses,” tegas Arsan. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *