Muncul Baliho Capres Lain Saat Kunjungan Anis ke Cililin, Bappilu Nasdem Minta Seluruh Calon Bersaing Sehat

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Nasdem KBB, HM. Totoh Gunawan. Foto/Istimewa

BANDUNG BARAT, BANDUNGSATU.COM – Dugaan persaingan tidak sehat dalam mengenalkan Bacapres maupun Caleg muncul, pasca kunjungan Anis Baswedan di Lapangan Warung Awi, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat.

Hal itu diungkapkan Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Nasdem Kabupaten Bandung Barat, yang menyesalkan adanya aksi pemasangan baliho dari PDIP saat kunjungan Anis tersebut. Pemasang baliho dari PDIP di sekitar lokasi acara dianggap menggangu dan sebagai bentuk persaingan tidak sehat.

Bukan hanya di Cililin, kegiatan pertemuan Anies dengan relawan Change Indonesia di Gedung Indonesia Menggugat (GIM) Kota Bandung juga batal digelar dengan alasan tidak jelas.

“Kami harap semua bisa sportif, jangan sampai lagi ada gangguan kepada Anies Baswedan. Tapi bukan hanya dia (Anies), kepada calon manapun jangan sampai ada, baik Ganjar maupun Prabowo, semua harus berkampanye sehat,” ucap Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Nasdem Kabupaten Bandung Barat , M. Totoh Gunawan mengatakan, Selasa (10/10).

Namun demikian Totoh berseloroh, bahwa pemasangan alat peraga milik cawapres lain justru bisa diartikan sebagai bentuk Dukungan di luar parpol pengusung Anies Baswedan terhadap pasangan AMIN di Bandung Barat.

“Kita tidak khawatir suara Anies Baswedan merosot, justru sebaliknya, kejadian itu jadi motivasi pendukung untuk terus mensosialisasikan AMIN agar menang di Bandung Barat,” katanya.

Totoh meminta kepada para kontestan Pemilu untuk bersaing secara sehat, menaati peraturan dan menjauhi berbagai bentuk kecurangan, termasuk tidak memanfaatkan politik uang dan politik mengandung SARA.

“Politik harus ditanggapi kepala dingin, berbeda pilihan tapi jangan sampai mengganggu keamanan dan ketertiban. Siapa pun nanti yang menang pemilu harus legowo,” tuturnya.

Dengan menghangatnya suhu politik jelang pesta demokrasi 2024, Totoh mengimbau pendukung AMIN tidak terprovokasi dan bisa berpolitik secara santun guna mewujudkan perubahan.

“Kita jangan meniru seperti yang sudah dilakukan terhadap Anis di Cililin, pendukung jangan mengambil tindakan apa-apa terkait aksi tersebut. Bisa jadi, dengan kejadian itu bisa mendongkrak suara AMIN di Bandung Barat dan Jabar,” tegasnya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *