Ingin Kembangkan Potensi Daerah, Warga Mekar Mukti, Cibinong Cianjur, Harap Pemerintah Perbaiki Jalan yang Rusak Parah

Jalan Kampung Sindangkasih, Desa Mekar Mukti Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur rusak parah, menyebabkan aktifitas warga terganggu ketika, untuk mengakut hasil pertaniannya. Foto/Istimewa

CIANJUR, BANDUNGSATU.COM – Cuaca cukup panas pada Jumat siang (06/10) di Kampung Sindangkasih, Desa Mekar Mukti, Kecamatan Cibinong, Kab Cianjur. Jalan desa dengan sejumlah tikungan dan sesekali sedikit menanjak dan menurun, tampak berdebu saat tertiup angin.

Sejumlah pengendara roda dua nampak berhati-hati melintas jalan berbatu tanpa aspal. Kendaraan pick up yang melintas membawa gulan aren produksi warga desa setempat juga melajukan kendaraan dengan santai melintas di jalan yang bisa dibilang rusak parah ini.

“Entah sudah bebrapa belas tahun, saya sampai tidak ingat. Kami masyarakat sini, sangat memerlukan perbaikan jalan. Setidaknya untuk akses ekonomi biar lebih bergeliat,” kata Bambang, warga yang memiliki usaha gula aren.

Bambang mengatakan, kemarau atau musim hujan tidak ada mendingnya. Bila kemarau, debu selalu menyebar kemana-mana saat tertiup angin, sementara saat hujan jalan penuh lumpur, karena konstruksi batuan yang ada di jalan tidak terbungkus aspal, melainkan langsung tanah.

“Kalau hujan seperti kubangan, batu, lumpur jadi satu. Kalau bawa kendaraan harus super hati-hati, selain licin, kita gak tau di mana batu besar, karena tertutup kubangan,” tambah Bambang.

Bambang mengatakan, kerusakan jalan ini belasan kilo meter dan belum pernah terlihat ada perbaikan.

Potensi alam berpegunungan menuju Desa Mekarmukti, kata Bambang, tidak hanya potensial untuk lahan pertanian dan perternakan. Ia mengatakan potensi wisata alamnya bila dikembangkan, bisa jadi destinasi yang banyak diburu, karena suasananya yang benar-benar desa bisa membawa ketenangan.

Sayangnya, tambah Bambang, akses jalan menjadi kendala, sehingga ekonomi di wilayah tersebut sulit untuk berkembang secara maksimal.

“Anak muda di sini padahal ada yang punya ide mengembangkan wisata adventure, melihat kondisi alam pegunungan dengan Lembah dan bukitnya. Sungai yang mengalir di desa kami juga potensial buat wisata petualangan. Hanya ya itu, akses jalan di desa kami belum bagus, jadi para pemuda kreatif ini belum berani bergerak,” jelas Bambang.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *