Tiga dari Tujuh Sampling Bahan Baku Jajanan yang Jadi Penyebab Keracunan di SDN 3 Jati, TerbuktiTerpapar Bakteri

Siswa-siswi SDN 2 Jati, Desa Saguling Kecamatan Saguling, KBB yang keracuanan Cimin (Aci Mini), Kamis (26/09). Foto/BANDUNGSATU

BANDUNG BARAT, BANDUNGSATU.COM -Penyebab keracunan puluhan Siswa SDN 3 Jati, Desa Saguling, Kecamatan Saguling, Kabupaten Bandung Barat, pada Selasa (26/09) lalu mulai terkuak. Berdasarkan uji laboratorium, cimin yang dikonsumsi oleh para Siswa tersebut mengandung bakteri bacillus cerus.

Dalam pemeriksaan laboratorium bakteri ditemukan pada bahan baku terigu, tepung tapioka dan bumbu keju.

Hasil pemeriksaan itu diperoleh dari tujuh sampel bahan baku pembuatan cimin. Diketahui 3 dari tujuh sampel itu terdapat virus tersebut.

“Bakterinya dari terigu, tepung singkong tapioka, dan bumbu rasa keju. Ketiga sampel ini positif mengandung bakteri bacillus cereus,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Bandung Barat, Hernawan Widjayanto, Jumat (06/10).

Hernawan menjelaskan, bahan baku tersebut diduga terkontaminasi bakteri dari tempat serta alat masak jajanan, sehingga ketiga bahan tadi menjadi bahan yang beracun ketika dikonsumsi.

“Jadi selain tujuh sampel ini, kita juga kirim sampel air. Tapi untuk uji lab air, hasil belum keluar. Intinya 7 sampel ini hanya diuji mikrobiologi lagi saja gak sampai lihat zat kimianya karena hasilnya sudah jelas bahwa bakteri Bacillus Cereus jadi penyebab utama,” jelas Hernawan.

Berkaca dari kejadian tersebut, Dinas Kesehatan Bandung Barat saat ini telah menyiapkan petugas pengawasan yang akan melakukan kontrol secara berkala pada para penjual jajanan sekolah di 16 Kecamatan yang ada di KBB.

“Kita lakukan pengawasan dan pembinaan jajanan anak sekolah secara periodik di berbagai wilayah. Yang paling penting, baik pedagang ataupun konsumen harus sama-sama sadar makanan higienis. Nah itu yang bakal kita tekankan,” pungkasnya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *