128 Rukun Warga di KBB Mengalami Kesulitan Air Bersih

8 Kecamatan di wilayah Kabupaten Bandung Barat mulai dilanda kekeringan dan warga kesulitan air bersih yang tersebar di 128 Rukun Warga. Foto/Istimewa

BANDUNG BARAT, BANDUNGSATU.COM – Wilayah Kabupaten Bandung Barat mulai dilanda kekeringan menyebabkan warga mulai kekurangan air bersih karena terjadi fenomena el nino, yang melanda 8 wilayah kecamatan. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB, warga yang mulai mengalami kesulitan air bersih tersebar di 128 Rukun Warga (RW).

Kecamatan yang mengalami krisis air bersih diantaranya Ngamprah, Padalarang, Cisarua, Cikalongwetan, Cipeundeuy, Cipatat, Rongga, dan Gununghalu.

“Dari total 16 kecamatan yang mengalami krisis air bersih 8 kecamatan. Data yang masuk ke BPBD KBB sudah 128 RW yang mengajukan bantuan air bersih,” kata Kepala Pelaksana BPBD KBB, Jarot Prasetyo di Ngamprah, Selasa (3/10).

Diungkapkannya, data daerah yang mengalami krisis air bersih terus berkembang. Akhir pekan lalu masih tercatat 72 RW yang mengajukan bantuan air bersih, namun hanya dalam hitungan hari bertambah menjadi 128 RW.

“Kondisi sekarang semakin parah, setiap hari selalu bertambah wilayah yang mengajukan permohonan bantuan,” ujarnya.

Menurut Jarot menyebut pendistribusian air bersih baru mencapai 37 persen. Terkendala keterbatasan truk tangki pengangkut air bersih.

“BPBD KBB hanya memiliki satu unit truk tangki dengan kapasitas 5.000 liter. Maksimal dalam sehari 3 ritase atau setara 15.000 liter air bersih yang bisa terdistribusikan, mengingat luasnya wilayah KBB dan lokasi yang berjauhan,” katanya.

Diakuinya, Pemkab Bandung Barat hanya memiliki satu unit truk tangki air bersih yang ada di BPBD KBB. Sementara truk tangki di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KBB dan Dinas Pemadam dan Penyelamatan KBB bukan untuk air bersih.

“Truk tangki di DLH KBB buat menyiram tanaman dan air yang digunakan bukan air bersih. Begitupun truk damkar untuk menyemprotkan air bersih. Air yang digunakan tentunya bukan air bersih jadi tidak bisa buat mendistribusikan air bersih,” tuturnya.

Untuk mempercepat pendistribusian bantuan air bersih ke warga, kata Jarot, pihaknya mengajukan bantuan truk tangki ke BPBD Provinsi Jawa Barat, pengembang Kota Baru Parahyangan, PMI, dan PAM Jaya .

“Kalau ke BPBD Jabar agak sulit, karena dari 5 truk tangki air sudah 4 unit digunakan daerah lain. Untuk Kota Baru Parahyangan harus menyesuaikan dengan jadwal dengan mereka, karena truknya juga digunakan. Untuk PAM Jaya akan dilobi oleh pak Pj Bupati,” ungkapnya.

Untuk sumber air bersih, BPBD KBB tidak mengalami kendala. Selama ini air bersih secara gratis dari Perumda Tirta Raharja milik Pemkab Bandung.

“Kendalanya memang di armada untuk mendistribusikan air bersih,” pungkasnya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *