BANDUNG, BANDUNGSATU.COM – Dengan dialihkannya penerbangan berbasis jet dari Bandara Husein Sastranegara (BDO) ke Bandara Kertajati (KJT), transportasi darat yang menghubungkan Kota Bandung dan sejumlah kota lain di Jawa Barat ke Bandara KJT sangat diperlukan agar perjalanan, penumpang dari Bandung bisa terakomodir melalui layanan antar moda secara khusus.
Memfasilitasi hal tersebut, Kemenhub melalui Ditjen Perhubungan Darat telah berkoordinasi dengan pemangku kepentingan diantaranya dengan pengelola bandara, pemerintah daerah dan sejumlah perusahaan angkutan jalan, untuk menyiapkan dukungan angkutan antarmoda dari dan ke Bandara KJT.
“Saat ini telah disiapkan angkutan antarmoda dengan 12 perusahaan otobus (PO), yaitu sebanyak 108 kendaraan dan total kapasitas mencapai 2.300 kursi,” kata Plh Direktur Angkutan Jalan Iman Sukandar, Jumat (15/09)
Iman menjelaskan, dengan telah beroperasinya tol Cisumdawu, angkutan antar moda Bandara KJT memiliki sejumlah keunggulan yaitu lebih dekat, lebih cepat dan lebih murah, jika dibandingkan perjalanan dari Bandung ke Bandara Soekarno Hatta atau Halim.
“Operator angkutan antar moda siap memberikan promosi tarif pada awal pemindahan Bandara BDO ke KJT yaitu pada Oktober sampai dengan Desember 2023,” jelasnya.
Ia mengatakan, beberapa angkutan antar moda yang tersedia diantaranya, bus Damri, sejumlah perusahaan bus dan travel swasta dan taksi. Angkutan ini melayani perjalanan dari dan ke Kertajati menuju Bandung, Cirebon, Kuningan, Tasikmalaya, Ciamis, Karawang, Majalengka, Cimahi, Purwakarta, Subang, Banjar, Pangandaran, Jatinangor, Sumedang, dan Indramayu.
Besaran promo tarif Menyusul dioperasikannya antar moda ini rata-rata sebesar 20 persen. Misalnya, tarif bus Damri dari Bandung ke Bandara KJT harga normalnya Rp. 100.000 menjadi Rp. 80.000 dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam. Sementara untuk taksi Blue Bird akan memberikan diskon hingga Rp. 50.000 dari total tarif berdasarkan jarak yang ditempuh. (*)






