BANDUNG BARAT, BANDUNGSATU.COM – Progres revitalisasi Alun-Alun Cililin yang beberapa Bulan terakhir terus dikerjakan, Minggu (10/09) diperkirakan kan selesai. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Bandung Barat, Mochamad Ridwan pada para pewarta, Kamis (07/09) saat ditemui menghadiri Pansus Romut (Rotasi, Mutasi) DPRD KBB di Hotel Kamboti Kota Bandung.
“Sudah 98 persen lah selesai, bahkan tanggal 10 mendatang sudah dipastikan 100 persen selesai,” kata Ridwan.
Ridwan mengatakan dengan selesainya pengerjaan Alun-Alun Cililin tanggal 10, meski akhir kontrak pengerjaannya 16 September, sisa waktu yang digunakan bisa dimanfaatkan untuk bersih-bersih untuk persiapan peresmian.
“Semua saya kejar, karena ketika saya mengawal kegiatan tidak ada urusan apa-apa saya justru membantu pekerja untuk cepat berprogres,” jelas Ridwan.
Ia juga mengatakan bahwa di Alun-Alun Cililin ada delapan payung. Payung-payung tersebut adalah miniatur dari payung yang biasa kita lihat di Madinah. Oleh karena itu, payung tersebut, disebut Little Madinah.
Namun tidak seperti di Madinah dimana payung bisa terbuka dan tertutup sesuai dengan kondisi dan cuaca di Madinah, namun payung-payung di Alun-Alun Cililin ini dipasang secara permanen.
Ridwan juga mengatakan penataan alun-alun juga termasuk mengarahkan secara teknis para pedagang UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) yang dulu biasa berjualan di lokasi untuk ditata agar bisa tertib.
Secara teknis, kata Ridwan, ia tidak punya kewenangan untuk merelokasinya hanya ia akan segera menggelar FGD untuk menjelaskan dari sisi teknis, sementara untuk kewenangan relokasi ada di dinas lain dengan koordinasi Sekretaris Daerah KBB.
“Kami tidak punya kewenangan soal itu, hanya di FGD kami akan memasukan saran-saran soal estetika dan lain sebagainya. Kita mah hanya dari sisi pemeliharaan supaya lebih bisa menjaga Alun-Alun Cililin ini,” papar Ridwan.
FGD soal revitalisasi ini, nantinya tidak hanya akan membahas soal penataan tekhnis Alun-Alun Cililin, pun akan dibahas soal penataan Alun-Alun Lembang.
Dalam FGD nantinya para pedagang UMKM yang akan direlokasi juga akan diundang agar memahami penataan Alun-Alun dan bagaimana relokasi itu membawa kontribusi yang positif bgi kerapihan secara kesluruhan bagi UMKM dan bagi terpeliharanya Alun-Alun di kedua lokasi tersebut. (*)






