DLH Jabar Diharapkan Cari Alternatif Tempat Pembuangan Sampah, Untuk Mengantisipasi Lautan Sampah Di Bandung Raya

Bupati Bandung Barat, Hengki Kurniawan, meninjau langsung kebakaran sampah yang melanda TPA Sarimukti Cipatat tadi siang, Kamis (23/08). Foto / Istimewa

BANDUNG BARAT, BANDUNGSATU.COM – Bupati Bandung Barat, Hengki Kurniawan meninjau langsung kondisi TPA Sarimukti di Kecamatan Cipatat untuk mengetahui kondisi terkini, Kamis (24/8) Siang tadi yang belum kunjung padam sejak hari Sabtu lalu.

Menurut observasi dan laporan dari Dinas Pemadam Kebakaran Bandung Barat, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat dan petugas BPBD Jabar dan BPBD KBB, diketahui sekitar 6,5 Hektar luas lahan TPA Sarimukti, sudah sekitar 95 persen telah terbakar dan mengeluarkan asap pekat yang sangat berbahaya bagi kesehatan.

“Berbagai ikhtiar telah kami lakukan dari darat, namun belum membuahkan hasil maksimal. Kami sangat berharap bantuan dari Pemerintah Pusat segera datang dengan memerintahkan helikopter bom air yang akan melakukan pemadaman dari udara,” ungkapnya.

Hengki mengatakan , para petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) gabungan dari Kabupaten Bandung Barat, Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Cianjur sudah menjalankan tugasnya secara maksimal, tapi karena cuaca panas sangat terik dan api dibawah cukup besar, menyebabkan air yang disemprotkan dipermukaan cepat mengering.

“Saya memohon Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk segera melakukan kajian keilmuan lebih lanjut agar kebakaran ini segera bisa teratasi,” ujarnya.

Dan agar tidak terjadi darurat sampah dikawasan Bandung Raya, Hengki jiga meminta Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat untuk mencari Tempat Pembuangan Sampah Sementara sebagai alternatif sampai menunggu keputusan lebih lanjut.

“Potensi sampah dari Kabupaten Bandung Barat saja sekitar 300-600 ton setiap harinya, tidak termasuk dari daerah lain di Bandung Raya. Oleh karena itu saya meminta agar dicarikan Tempat Pembuangan sementara agar tidak terjadi tumpukan sampah yang berpotensi menjadikan Bandung lautan sampah,” tegasnya. (*).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *