BANDUNG BARAT, BANDUNGSATU.COM – Menanggapi rencana Pembangunan patung Proklamator RI, Soekarno di wilayah Bandung Barat, tokoh masyarakat Bandung Barat, Syamsul Maarif menyatakan ketidak setujuannya. Menurutnya hal tersebut tidak penting dan tiak memiliki urgensi yang mendesak.
}Kami Forum Umat Islam Bandung Barat Bersatu berharap Pemerintah atau investor untuk membuat patung mushaf al-Qur’an yg besar di perbatasan Purwakarta- Bandung Barat ketimbang patung Soekarno,” Kata Syamsul, Sabtu (19/08) di Ngamprah.
Sayamsyul menegas pembauatan patung Mushaf Al Qur’an bisa menjadi representasi bahawa Masyarakat Jabar adalah Masyarakat yang relijius.
“Patung Mushaf Al-Qur’an menggambarkan kepada publik dan generasi berikutnya bahwa Jawa Barat pada umumnya dan Bandung Barat adalah daerah yang religius, Islamis dan toleran. Kami tidak begitu setuju di situ dibuat patung Soekarno, apalagi dalam skala megah dan besar. Ini terlalu personifikasi, tendensius dan khawatir menjadi kultus individu, “ tegasnya.
“Lagipula, nama Soekarno sudah diabadikan sebagaia Bandara Internasional, nama jalan di berbagai daerah, simbol mata uang uang yng tertinggi. Saya kira itu sudah lebih dari cukup. Sedangkan patung mushaf al-Qur’an tidak personifikasi serta lebih sebagai simbol sosio-kultural, bukan personal,” pungkas Syamsul.
Seprti diketahui Pembangunan patung Soekarno di kawasan Perkebunan Teh Walini, akan dimulai 2024 setelah proses perizinan selesai. Menurut rencana patung inil berdiri dengan tinggi 100 meter di atas lahan seluas 1.270 hektare dengan nilai investasi Rp 10 triliun.(*)






