Open Bidding Sudah Selesai, Bupati Didesak Lakukan Romut Sebelum Masa Jabatannya Selesai

Ketua Majelis Pemuda Indonesia (MPI) Kabupaten Bandung Barat, Lili Hambali Supriatna. Foto/Istimewa

Open Bidding Sudah Selesai, Bupati Didesak Lakukan Romut Sebelum Masa Jabatannya Selesai

BANDUNG BARAT, bANDUNGSATU.COM – Bupati Bandung Barat 20 September mendatang akan habis masa jabatannya. Persoalan siapa Pj Bupati saat ini sudah tidak lagi menjadi polemic karena DPRD KBB sudah mengajukan 3 nama calon Pj Bupati pada Kemendagri, yakni Ade Zakir Hasim, ST, dr. H. Dodo Suhendar, MM, dan Drs. Wahyu Mijaya, SH, MSi.

Yang menjadi persoalan saat ini adalah belum dilakukannya rotasi mutasi yang seharusnya sudah berjalan. Terutama dengan sudah digelarnya open bidding untuk penempatan sejumlah jabatan. Hal tersebut ditegaskan Ketua Majelis Pemuda Indonesia KBB, Lili Hambali Supriatna.

“Berkaitan dengan beresnya open bidding di eselon dua saya kira Pa Bupati untuk tidak menunda-nunda lagi berkaitan dengan pelantikan di Bandung Barat, karena pelantikan ini adalah kado termanis yang diberikan Pa Bupati, terhadap eselon dua maupun eselon tiga dalam rangka menyempurnakan daripada visi misi Akur serta mempertanggungjawabkan RPJMD, 2018-2023,” kata Lili di Ngamprah Senin, (14/08).

Lili juga mengatakan bahwa pelantikan harus segera dilakukan karena Pilkada baru akan digelar pada 2024 mendatang, sehingga tidak ada relevansinya dengan kepentingan politik Bupati.

“Pilkada itu baru digelar tahun 2024, jadi kepentingan politik pak Bupati sangat tidak terlihat,” tegas Lili.

Ia menambahkan yang penting saat ini adalah bagaimana menempatkan ‘kabinet’ OPD eselon 2 yang akan meneruskan Pembangunan sambil menunggu Pilkada 2024. Menurut lili yang terpenting adalah menempatkan orang yang tepat, “Bagaimana pa Bupati saat ini menempatkan the right man on the right job,” kata Lili.

Lili malah secara tegas mengatakan dipenghujung ‘kabinet’ beliau justru harus mengevaluasi penempatan jabatan agar lebih baik. Diantara yang harus dievaluasi adalah para kabid dan para camat.

Lili lebih jauh mengatakan bahwa dengan dilakukannya rotasi mutasi justru Bupati selepas masa jabatannya bisa lebih fokus pada Pileg dan Pilkada.

“Hari ini Bupati harus sesegera mungkin melakukan pelantikan di akhir masa jabatan. Pa Bupati kan tidak ada nuansa politis karena pilkadanya tahun 2024 bukan tahun 2023,” pungkas Lili.
Sementara itu dari panatauan Bandungsatu.com, banyak pihak berharap Bupati yang akan melantik hasil open bidding pun jangan samapai terjebak oleh para calo jabatan. Jangan sampai terjebak oleh oknum berbaju ASN yang mendekatiBupati dengan iming iming imbalan tertentuyang saat ini tampak berkeliaran untuk melolosakan jagoannya untuk menempati sejumlah jabatan di lingkungan Pemda Bandung Barat.
Semua tentu berharapagar rotasi mutasi yang pernah dilakukan dan membuat gaduh, jangan sampai terulang kembali dan menjadi viral melalui pemberitaan, karena ada dugaan isu suap. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *