Polemik Kapus Gununghalu dan Pegawainya , Ada Pembiaran Dari Kadis Kesehatan KBB

Lorong Perkantoran Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat. Foto/BANDUNGSATU.COM

BANDUNG BARAT, BANDUNGSATU.COM – Dikonfirmasi soal usulan pencopotan Kepala Puskesmas Gununghalu, melalui WhatsApp Kadinkes Kbupaten Bandung Barat mendadak tidak aktif.
Menyusul ramainya masyarakat Gununghalu, yang mempertanyakan follow up surat usulan pemberhentian Kepala Puskesmas DTP Gununghalu, Bandungsatu.com telah berupaya mengkonfirmasi Kepala Dinas Kesehatan KBB, dr Hernawan. Saat akan dikonfirmasi dengan mendatangi ke kantornya, Kadinkes KBB tidak ada di tempat. Staff Kadinkes yang berada di lokasi menyatakan bahwa dr Hernawan sedang ke luar kantor. Sementara itu saat dihubungi melalui WA pun, tidak aktif (ceklis satu).

Sementara itu polemik yang terjadi di Puskesmas Gununghalu sampai saat ini terus bergulir. Setelah beritanya bergulir di Bandungsatu.com, kemudian menjadi bahasan para Masyarakat beserta tokoh Masyarakat setempat.

Tokoh pemuda Gununghalu, Duki mengatakan pergantian Kepala Puskemas kepada pejabat sekarang, banyak menimbulkan kontroversi dan berimbas pada Layanan pada public. “Setelah diganti dari yang dulu ke pejabat sekarang, mulai terlihat kroni-kroninya saja yang melaksanakan kegiatan di lingkungan Puskesmas Gununghalu,” kata Duki, Senin 14 Agustus 2023.

Ia menambahkan, selain itu, untuk pengadaan barang keperluan Puskesmas diduga dikelola langsung oleh Bendahara Puskesmas dengan suaminya sebagai pengusaha. “ Sepertinya kongkalingkong sama Kepala Puskesmas,” kata Duki seraya menambahkan menurut informasi yang ia terima anggaran untuk Puskesmas Gununghalu sangat besar, sekitar 3 milyar.

Pegawai Puskemas DTP Gununghalu didukung masyarakat setempat, pada 31 Maret lalu telah melayangkan surat kepada Kepala Dinas Kesehatan Bandung Barat, yang isinya pengajuan pencopotan Kepala Puskesmas DTP Gununghalu karena dianggap telah melakukan tindakan sewenang-wenang terhadap para pegawai Puskesmas.

Surat tersebut selain dikirimkan pada Kepala Dinas Kesehatan Bandung Barat, sudah pula dikirimkan ke Komisi IV DPRD Bandung Barat, namun belum ada tanggapan. Padahal, jika dihitung sejak maret sampai Agustus ini, terbilang sudah cukup lama waktunya. Adanya polemik kepanjangan antara pegawai Puskesmas dan Kepala Puskesmas ini, seperti ada pembiaran dari Kepala Dinas Kesehatan KBB.
Bulan Mei lalu, sebenarnya Masyarakat, perwakilan puskesmas pernah berembug dengan Komisi IV membahasan masalah ini. Namun sampai saat ini belum diketahui apa keputusan yang diambil terkait persoalan tersebut.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *